Rabu, 21 Nov 2018 16:48 WIB

Saran Atlet Soal Risiko Kematian Saat Lari: Lupakan Gengsi Utamakan Sehat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi lomba lari. Foto: Thinkstock Ilustrasi lomba lari. Foto: Thinkstock
Jakarta - Atlet lari nasional yang berlaga di Asian Games 2018 lalu, Odekta Elvina Naibaho sangat prihatin dan menyayangkan adanya kejadian meninggalnya salah satu peserta Borobudur Marathon 2018, Minggu (18/11/2018).

Odekta mengatakan bahwa setiap orang yang ingin mengikuti perlombaan lari harus memahami apa tujuan dari perlombaan tersebut. Jangan sampai justru membahayakan dirinya sendiri.

"Sangat prihatin kalau di satu event ada korbannya. Harus kita sarankan memahami dulu tujuan lari itu apa sih. Yaitu untuk kesehatan, jangan ambisi," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).



Mengikuti perlombaan lari, terutama marathon menurut Odekta adalah suatu komitmen, yaitu komitmen untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan tersebut. Idealnya, persiapan untuk mengikuti marathon adalah sekitar 4-6 bulan.

Odekta menyarankan pada semua pelari pada nomor berapapun harus memahami batas kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Lupakan gengsi. Ingat anak atau keluarga di rumah bahwa banyak yang menyayangi kita. Nggak masalah dibilang DNF (Did Not Finish) atau apa. Yang penting kita nyaman, kita happy dengan race itu," tutup perempuan yang langganan juara di berbagai lomba marathon tersebut.

(wdw/up)
News Feed