Jumat, 07 Des 2018 08:30 WIB

Sering Susah BAB? Waspadai Risiko Kanker Usus

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Risiko pengembangan kanker usus dua kali lebih besar saat susah BAB. (Foto: Istock) Risiko pengembangan kanker usus dua kali lebih besar saat susah BAB. (Foto: Istock)
Jakarta - Saat ini penyakit kanker usus menjadi penyebab angka kematian nomor 2 di dunia. Namun perlu diketahui bahwa penyakit ini ternyata dapat dicegah dan diobati. Karena semakin dini ditemukan, maka angka kesembuhan para penderita pun akan semakin membaik.

Menurut konsultan kesehatan pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM, kanker usus besar merupakan jenis kanker yang menyerang usus besar atau bagian terakhir pada sistem pencernaaan manusia. Penyakit kanker usus ini juga sangat umum diderita oleh segala usia, terutama yang berusia 50 tahun ke atas.

"Risiko untuk berkembangnya suatu kanker usus besar itu hampir 2 kali pada pasien-pasien yang mengalami susah buang air besar," tutur dr Ari saat ditemui detikHealth di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Dokter yang juga dekan FKUI ini juga mengatakan bahwa sebagian besar para penderita kanker usus besar biasanya merasakan gejala yang mirip seperti ambeien, seperti mengalami pendaraan saat buang air besar. Oleh karena itu sulit buang air besar sangat perlu diwaspadai.



Dalam sebuah acara seminar kanker usus, dr Ari menjelaskan bahwa kanker usus juga memiliki beberapa gejala lainnya yang perlu diperhatikan seperti pola buang air besar yang berubah baik mudah sembelit atau diare, sakit perut berulang, berat badan menurun, pucat tanpa sebab yang jelas, dan terdapat benjolan di dalam perut. (up/up)
News Feed