Jumat, 07 Des 2018 18:16 WIB

Mengalami Diskriminasi, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Rosmha Widiyani - detikHealth
Iustrasi diskriminasi. Foto: Thinkstock Iustrasi diskriminasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Tindakan diskriminasi terhadap etnis dan ras tertentu, ternyata bukan hanya melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Riset yang dilakukan Jules P. Harrell dari Department of Pscyhology di Howard University, Amerika juga menyatakan, tindakan diskriminasi berisiko mengganggu fungsi tubuh korban. Sebelumnya peneliti melakukan studi kasus dan riset laboratorium terhadap korban tindak diskriminasi.

"Korban yang mengingat kembali tindak dikriminasi mengalami peningkatan tekanan darah. Pada beberapa kasus, korban memang tidak mengalami perubahan tekanan darah namun emosi mereka meningkat," kata Harrell dikutip dari situs National Center for Biotechnology Information (NCBI).



Riset ini menegaskan adanya kaitan antara kesehatan dan tindakan yang bersifat diskriminatif. Sayangnya riset belum menjelaskan lebih detail tentang mekanisme tubuh hingga terjadi peningkatan tekanan darah. Peneliti juga belum mengetahui respon sistem otak dan saraf saat menerima informasi soal terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Besarnya peningkatan tekanan darah berbeda bergantung dari bentuk kejadian diskriminatif, respon korban, dan tindak tegas yang diterapkan pada pelaku. Hal ini juga dipengaruhi respon masyarakat terhadap tindakan diskriminatif di sekitarnya. Emosi dan tekanan darah korban cenderung stabil bila dilindungi masyarakat saat terjadi tindakan yang menyinggung SARA.




Tonton juga ' Gedung Putih: Kita Prihatin dengan Kesehatan Mental Kim Jong-un ':

[Gambas:Video 20detik]

Mengalami Diskriminasi, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
(Rosmha Widiyani/wdw)
News Feed