Senin, 10 Des 2018 19:10 WIB

Curhat Calon Permaisuri Jepang, Gelisah di Bawah Tekanan Stres

Firdaus Anwar - detikHealth
Pangeran Naruhito dan Putri Masako. (Foto: BBC)
Jakarta - Putri Masako Owada rencananya akan jadi permaisuri Jepang ketika sang suami naik takhta pada April 2019 mendatang. Dalam sebuah pernyataan menandai ulang tahunnya yang ke-55, Masako mengaku gelisah namun akan tetap berusaha sebaik mungkin melayani warga.

"Memikirkan hari-hari mendatang, saya kadang merasa gelisah memikirkan sebaik apa saya bisa melayani masyarakat... Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin berkontribusi untuk kebahagiaan mereka," kata Putri Masako seperti dikutip dari BBC, Senin (10/11/2018).

"Saya gembira mulai bisa menunaikan tugas resmi sedikit demi sedikit," lanjutnya.



Putri Masako sudah lama diketahui mengalami gangguan penyesuaian (adjusment disorder), sebuah gangguan yang erat kaitannya dengan stres dan depresi. Putri Masako yang tadinya berkarier sebagai diplomat disebut kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga kerajaan Jepang yang konservatif setelah menikah dengan pangeran Naruhito tahun 1993.

Dalam sebuah pernyataan terpisah tim dokter kerajaan menulis bahwa Putri Masako masih berusaha memulihkan diri karena tekanan stres yang dihadapinya. Bertahun-tahun Masako menyembunyikan diri dan kini mulai berani tampil di depan publik.

"(Putri Masako -red) masih dalam proses pemulihan dan kondisinya kadang naik turun," tulis tim dokter.

Pangeran Naruhito sendiri dikabarkan tahun depan akan menggantikan Kaisar Akihito (84) yang telah mengumumkan pensiun karena alasan kesehatan.

(fds/up)