Selasa, 11 Des 2018 17:12 WIB

Tak Terapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Perusahaan Bakal Kena Sanksi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pembangunan proyek apartemen (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para pekerja yang memiliki potensi terpapar bahaya saat bekerja.

Pedoman K3 yang disusun oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan berisi berbagai poin mengenai upaya pencegahan yang harus dilakukan oleh pekerja dan tentunya perusahaan untuk meminimalisir timbulnya risiko sakit akibat bekerja.

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan terdapat 8296 jumlah pelanggaran norma K3 yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan pada Triwulan pertama 2018.

"Jumlah perusahaan di Indonesia itu ada 211.532, sayangnya kurang dari 10 persen yang sudah menerapkan pedoman K3," kata Direktorat Bina K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Kementerian Ketenagakerjaan, Drs M Idham, MKKK, saat dijumpai di kantor Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Selasa (11/12/2018).



Padahal, menurutnya, penerapan K3 sangat penting tidak hanya untuk kesejahteraan para pekerja namun untuk keberlangsungan perusahaan. Implementasi K3 dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan kondusif sehingga pekerja dapat memberikan kontribusi maksimal.

"Jadi ke depannya akan diberlakukan sanksi dan perusahaan yang tidak menerapkannya akan di-publish ke masyarakat," pungkasnya.

(kna/up)