Rabu, 12 Des 2018 07:00 WIB

China Mulai Lirik Industri Kecoa untuk Kebutuhan Pangan dan Obat

Firdaus Anwar - detikHealth
Kecoa yang diklaim sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan. Foto: iStock Kecoa yang diklaim sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan. Foto: iStock
Jakarta - Sebagai negara dengan penduduk terpadat di dunia, China harus mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhan pangan yang besar. Salah satunya yang kini tengah dilirik adalah dengan memanfaatkan serangga kecoa.

Di pinggiran daerah Jinan, ada sekitar satu miliar kecoa diternak perusahaan Shandong Qiaobin Agricultural Technology. Setiap harinya kecoa tersebut diberi makan 50 ton sampah dapur, setara dengan berat sekitar tujuh ekor gajah.

Ketua Shandong Qiaobin, Li Hongyi, mengatakan kecoa punya nilai tambah karena sifatnya yang ramah lingkungan bisa membantu proses penguraian limbah dan bisa dimanfaatkan untuk pangan ternak lain.


"Ini seperti mengubah sampah menjadi sumber daya baru," kata Li seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/12/2018).

Di daerah Sichuan, perusahaan lain bernama Gooddoctor memiliki peternakan kecoa mencapai sekitar enam juta ekor. Manajer Fasilitas Gooddoctor Wen Jianguo mengatakan kecoa dalam peternakannya dimanfaatkan untuk berbagai macam obat-obatan.

Perusahaan Gooddoctor akan memproses kecoa saat para serangga mencapai batas usia mereka yaitu sekitar enam bulan. Kala itu kecoa akan disemprot dengan uap panas, dicuci, lalu dikeringkan sebelum dikirim ke tanki ekstraksi.

"Ekstrak kecoa bagus untuk menyembuhkan sariawan, luka lambung, luka kulit, bahkan kanker perut," klaim Wen.

Saat ini peneliti disebut mulai melihat pemanfaatan kecoa untuk masker kecantikan, pil diet, hingga obat rambut rontok.

(fds/up)