Rabu, 12 Des 2018 15:32 WIB

Instagram Perketat Filter Terkait Gangguan Makan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Logo Instagram pada sebuah merk smartphone. Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Instagram memperketat filter terkait hashtag yang dianggap memublikasikan gangguan makan (eating disorder). Pembaruan dilakukan setelah investigasi kantor berita BBC, yang menemukan pengguna mendapat informasi terkait gangguan makan dari Instagram.

Media sosial berbasis foto tersebut membuat beberapa hashtags tidak bisa ditemukan dalam kontak pencarian. Sebagai gantinya, Instagram menawarkan penjelasan dan alternatif kata atau kalimat lain. Hal ini dilakukan Instagram, karena beberapa hashtags terkait gangguan makan ternyata populer di kalangan pengguna.

Filter terkait gangguan makan telah dilaksanakan sejak 2012. Filter menyebabkan pengguna tidak akan menemukan hastags yang ingin ditemukan dalam Instagram. Fungsi ini mencegah pengguna melihat unggahan foto, video, dan tulisan yang menganggap gangguan makan adalah sebuah gaya hidup. Instagram sendiri menganggap gangguan makan adalah penyakit mental yang harus segera diatasi sebelum membahayakan pengidapnya.


"Kami tidak memberikan toleransi pada unggahan yang memotivasi gangguan makan. Kondisi ini kompleks, namun kami ingin mereka yang ingin sembuh dari gangguan makan tetap bisa menggunakan media sosial ini. Dengan menghilangkan akses pada konten gangguan makan secara langsung dan tidak, kami berharap bisa membantu pengidap gangguan makan hidup lebih baik," kata perwakilan Instagram dikutip dari BBC.

Tentu saja penambahan filter hashtags tidak berlaku lama. Pantauan BBC menyatakan, dalam waktu tidak terlalu lama telah muncul hastags baru yang memperlihatkan tubuh sangat kurus. Kendati begitu, usaha Instagram patut diapresiasi. Instagram juga menyatakan terus mengembangkan kebijakan keamanan terhadap konten yang mempromosikan atau mendukung gangguan makan.

(Rosmha Widiyani/up)