Rabu, 12 Des 2018 17:42 WIB

Dukung UMKM Jamu, BPOM Gelar Seminar Herbal Indonesia Expo 2018

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Tia Reisha/detikcom Foto: Tia Reisha/detikcom
Jakarta - Untuk mendukung perkembangan UMKM di bidang industri jamu atau obat herbal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar acara Herbal Indonesia Expo 2018. Acara ini diadakan di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan. Dalam acara ini, BPOM juga menganugerahi 34 UMKM terkait dengan sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

"Tentunya kita semua tahu bahwa meminum jamu atau obat herbal itu sudah menjadi budaya turun temurun. Ini adalah suatu potensi yang harus kita kembangkan bersama-sama. Faktanya, itu semua tugas dan tanggung jawab kita semua agar jamu terus lestari dan berkembang di masyarakat, terutama di generasi muda," ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito dalam acara Herbal Indonesia Expo 2018, Rabu (12/12/2018).


Dalam acara tersebut, ia mengatakan ke-34 UMKM tersebut berasal dari 2 sentra jamu terbesar di Indonesia, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seluruhnya mendapat pengarahan dan pelatihan terkait prosedur memproduksi jamu yang bisa dijadikan bekal untuk meningkatkan kualitas produk dan usaha mereka ke depannya.

"Dalam program ini juga dilakukan piloting untuk 34 UMKM di 2 sentra jamu yang utama, yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini adalah piloting yang pertama," ujar Penny.

Dengan semakin berkembangnya UMKM jamu, ia berharap daya saing pun akan semakin meningkat sehingga produk jamu yang tadinya hanya terkenal di dalam negeri bisa mulai dikenal secara global.

"Agar bisa berdaya saing, tentunya membutuhkan aspek pengembangan teknologi, pengembangan pengetahuan dalam proses, dan juga memenuhi jaminan dilihat dari aspek keamanan, mutu dan manfaat dari jamu tersebut," lanjutnya.

Dukung UMKM Jamu, BPOM Gelar Seminar Herbal Indonesia Expo 2018Foto: Tia Reisha/detikcom

Ia pun menyampaikan bahwa BPOM mengadakan program terpadu lintas sektor yang mendukung perkembangan UMKM secara umum, baik untuk obat maupun makanan. Sedangkan acara tersebut merupakan bentuk program lintas sektor yang dikhususkan untuk UMKM di bidang industri jamu.

"Khusus untuk jamu, acara ini adalah output dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam program terpadu lintas sektor tersebut. Ini adalah output berupa pendampingan dari BPOM," ucap Penny.

Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa perusahaannya dipilih oleh BPOM untuk menjadi pendamping bagi UMKM jamu agar semakin berkembang. Ia juga berkomitmen untuk membantu UMKM tersebut agar bisa memproduksi jamu yang baik.

"BPOM itu meminta beberapa pengusaha jamu untuk ikut mendampingi UMKM ini. Salah satunya yang dipilih adalah Sido Muncul. Saya menyambut baik ajakan ini karena potensi obat alam kita itu besar. Mereka juga harus diberi kesempatan agar usaha kecil ini suatu hari juga bisa berkembang. Salah satu cara yang paling cocok adalah melalui pendampingan supaya mereka juga bisa mengikuti apa yang kami lakukan," ujar Irwan.


Menurutnya, pendampingan merupakan langkah tepat untuk membantu UMKM agar mereka mengetahui lebih banyak hal seperti teknik produksi yang baik, teori pengolahan yang tepat, hingga jenis penyakit apa yang cocok dengan produk tersebut.

Ia pun berharap ke depannya akan lebih banyak lagi UMKM jamu yang bisa melindungi konsumen dengan produk-produk yang berkualitas. Sehingga nantinya UMKM tersebut bisa terus berkembang dari yang semula hanya produsen jamu lokal menjadi produsen jamu yang dikenal secara internasional. (ega/up)
News Feed