Jumat, 14 Des 2018 17:01 WIB

Angka Harapan Hidup Masih Singkat, Kini Kanker Mulut Serang Usia Muda

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kanker mulut kini menyerang usia muda juga lho! Foto: Thinkstock Kanker mulut kini menyerang usia muda juga lho! Foto: Thinkstock
Jakarta - Kanker mulut merupakan kanker yang bertumbuh di jaringan lunak mulut atau mukosa. Sebelumnya, kanker mulut diketahui terdapat pada orang berusia di atas 40 tahun, namun rupa-rupanya penyakit ini kini sudah ditemukan pada usia muda.

Hal ini dibeberkan oleh Dr drg Rahmi Amtha, SpPM, ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI) pada acara Cegah Kematian Akibat Kanker Rongga Mulut dengan Deteksi Dini Lesi Pra Kanker, Kamis (13/12/2018). Ia dan teman sejawat melakukan survei dan riset di DKI Jakarta pada tahun 2009, dan menemukan 19,8 persen kasus kanker mulut terjadi pada usia 22 hingga 34 tahun.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kanker mulut dianggap sebagai salah satu kanker yang mengerikan akibat prognosis ke depannya cukup seram. Salah satunya adalah angka harapan hidup di mana hanya 30 bulan, berbeda dengan kanker payudara yang memiliki 5 tahun harapan hidup.



"Tahun 2009 hanya 13 bulan. Kemudian 2016 sudah meningkat jadi 24 bulan dan tahun 2018 di RS Kanker Dharmais (mencatat) sudah meningkat lagi 30 bulan. Pasti bisa meningkat kalau sejalan dengan edukasi masyarakat. Belum ditemukan kasus kanker mulut yang bisa survive sampai 5 tahun seperti kanker payudara di stadium yang sama. Artinya prognosis kanker mulut lebih buruk," imbuhnya.

Kemudian terapinya yang sangat mahal dan lama, seperti semua kanker, kanker mulut juga harus menjalani rangkaian pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, terapi target. Namun yang lebih menyeramkan adalah jika kondisi sudah sangat lanjut dan menimbulkan banyak komplikasi, maka pilihannya adalah operasi untuk menyingkirkan tumor.

"Itu seperti 'mutilasi' secara psikologis. Misalnya jika kankernya dilidah, maka lidahnya harus dibuang. Atau jika di dalam pipi, maka harus merekonstruksi bagian rahang dan mulut," kata drg Rahmi.

Mengenali kanker mulut bisa dengan mengecek apakah ada lesi pra kanker. Lesi adalah suatu perubahan pada jaringan mulut baik itu bentuk, warna, tekstur dan kelenturan. Jika ditemukan secara dini, 64,9 persen bisa menolong.

Akan tetapi yang disayangkan karena lesi pra kanker kerap berbentuk sariawan atau tonjolan yang tidak sakit atau tidak terlalu sakit, kebanyakan meremehkan kondisi tersebut. Karena dianggap jamur (lesi putih), iritasi atau infeksi (lesi berwarna merah) atau sariawan biasa.

drg Rahmi menambahkan, berdasarkan penelitian untuk berpotensi menjadi kanker dan berubah menjadi ganas adalah antara 3-10 tahun. Waspadai jika kamu mengalami sariawan yang tidak sembuh lebih dari 2-4 minggu. Segera periksakan ke dokter gigi atau spesialis penyakit mulut.

(frp/up)
News Feed