Jumat, 14 Des 2018 18:26 WIB

Ini Alasan Mengapa Stalk Mantan di Medsos Cuma Bikin Kamu Gagal Move On

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Stalk mantan bisa bikin move on lebih lama. (Foto: Thinkstock) Stalk mantan bisa bikin move on lebih lama. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ah... Mantan. Bicara soal mantan kekasih mungkin ada sebagian di antara kita yang susah banget untuk move on dari kenangan indah bersama si dia.

Apalagi hujan-hujan, sambil memandangi foto lama atau stalk medsos mantan dan diiringi lagu kenangan yang bikin kita jadi kepengin nangis emosional. Stop, percayalah, ini justru akan semakin bikin kamu enggak bisa move on. Lebih baik lakukan kegiatan lain yang bisa bikin kamu senang.

Guy Winch, PhD, psikolog sekaligus pembicara dan penulis buku 'How To Fix a Broken Heart' berbicara beberapa waktu dalam TED Talks mengenai betapa luar biasanya efek dari patah hati. Untuk sembuhnya pun bisa lebih lama ketika seseorang tersebut masih bisa terjebak kenangan masa lalu.

"Patah hati jauh berbahaya dari yang kita sadari, ada alasannya mengapa kita masuk dari satu 'lubang kelinci' ke 'lubang' lainnya walaupun kita tahu itu akan membuat kita merasa lebih buruk," kata Dr Winch.


Ini dibuktikan melalui studi pada otak menunjukkan, putus cinta mengaktifkan mekanisme yang sama pada otak saat pecandu lepas dengan substan misalnya kokain atau opioid.

Karena tidak bisa mendapatkan si pria, dia akan menggunakan kenangan yang ia miliki dengan si mantan untuk memuaskan rasa kecanduannya. Sebab, instingnya berpikiran bahwa ia sedang mencoba menyelesaikan 'misteri' mengapa sang mantan meninggalkannya, sekalipun saat berpisah ia sudah mendapatkan alasan dari pasangannya.

"Padahal yang sebenarnya adalah untuk mendapatkan hal yang membuatnya merasa baik. Pecandu tahu mereka kecanduan, tapi orang yang patah hati tidak. Tapi kamu sudah tahu sekarang, kalau kamu patah hati kamu tidak bisa membiarkannya," ujarnya.

"Kamu harus menyadarinya seberapa besar keinginanmu untuk mengirim pesan atau sekadar untuk stalk mantan di media sosial hanya untuk memberikanmu sesuatu untuk meredakan kecanduanmu."

Dr Winch mengatakan patah hati bukanlah perjalanan, merupakan perjuangan dan alasanmu adalah senjata terkuatmu. Tidak akan ada alasan putus yang akan terasa memuaskan, sehingga lebih baik belajar menerima apapun alasan yang kamu miliki sekarang. Memang berat, tapi kamu harus belajar merelakan dan memahami bahwa ini sudah berakhir atau harapan akan datang serta membuat kamu semakin susah move on.

Huft... Mari tarik napas sejenak. Mulai sekarang coba yuk kurang-kurangi memantau media sosial si mantan. Kalau dia sudah bahagia, kamu juga punya hak untuk merasakan hal yang sama. Tetap semangat dan tersenyumlah. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik!

(ask/fds)
News Feed