ADVERTISEMENT

Kamis, 20 Des 2018 12:15 WIB

Mengenal Bronkoskopi yang Dipakai untuk Mengambil Peluit di Tubuh Asep

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi peluit. Foto: iStock
Jakarta - Peluit yang bersarang di tubuh Asep Yaya (9) selama dua bulan akhirnya berhasil diangkat. Benda kecil ini tak sengaja tertelan oleh Asep dan membuat napasnya berbunyi seperti terompet dan kerap membuatnya sesak.

Dikutip dari detikNews, proses pengangkatan berlangsung pada Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung selama satu jam. Proses ini menggunakan prosedur endoskopi yang disebut dengan bronkoskopi. Apakah itu?


"Bronkoskopi merupakan prosedur endoskopi dengan memasukkan tabung seperti pipa berlubang untuk bronkoskopi kaku atau kamera berupa kabel yang fleksibel dan dapat dikendalikan oleh operatornya ke saluran napas tersebut melalui pita suara sampai ditemukan peluit tersebut," terang Dr dr Fauziah Fardizza, SpTHT-KL (K), konsultan bedah kepala leher dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo kepada detikHealth, baru-baru ini.

Bronkoskopi biasanya dilakukan untuk menemukan penyebab dari masalah pada paru-paru, menurut situs Mayo Clinic. Misalnya seperti kasus Asep di mana peluit tertelan dan tersangkut di percabangan utama bronkus kiri, atau saat seseorang mengalami batuk terus-menerus dan pindaian rontgen dada yang abnormal.

Meski sudah dua bulan bersarang di tubuh Asep, peluit sepatu tidak berdampak terhadap gangguan pernafasan, akan tetapi jika tak segera diangkat bisa menimbulkan risiko serius. Usai operasi, tim dokter akan melakukan observasi lebih lanjut. Diperkirakan Asep sudah bisa pulang dari rumah pada Jumat, 21 Desember 2018.

(frp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT