Kamis, 20 Des 2018 19:25 WIB

Mau 'Dientup' Lebah Buat Terapi? Kenali Syarat Sampai Efek Sampingnya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Syarat dan efek samping terapi sengat lebah. Foto: Aisyah/detikHealth Syarat dan efek samping terapi sengat lebah. Foto: Aisyah/detikHealth
Jakarta - Bzzz!! Dengar suara lebah saja mungkin sudah bikin orang takut duluan. Akan tetapi lain halnya yang terjadi di 'Bekam, Totok Darah, dan Sengat Lebah' yang ada di komplek Wiladatika 8, Cibubur, Jakarta Timur. Tempat yang berlokasi di Madu Pramuka ini sebenarnya sudah cukup populer bagi orang-orang yang punya keluhan pada saraf dan otot-otot yang terasa kaku.

Kali itu detikHealth datang pada hari kerja sehingga yang datang tidak begitu ramai. Kami pun ditemani oleh Hardianto (43), yang sudah bekerja sejak tahun 1991. Ia merupakan terapis yang biasa menangani terapi mulai lintah sampai sengat lebah. Ternyata, sebelum memutuskan untuk sengat lebah, ada tiga syarat yang harus dipenuhi.

"Sebelum disengat ada banyak syarat yang harus dipenuhi pasiennya, karena yang dimasukkan itu kan racunnya. Biar kita kuat itu tidurnya cukup malamnya paling sedikit 5-6 jam. Kedua sudah makan perutnya harus terisi. Ketiga, jangan capek atau olahraga atau kerja berat itu jangan dulu karena nanti bisa menguras tenaga kita," kata pria yang akrab disapa Yanto tersebut.

"Kalau tiga-tiganya sudah terpenuhi Insya Allah tidak terjadi efek sampingnya. Kalau kita dalam keadaan lemah kita disengat cepat reaksinya, nanti ada yang bisa gatal-gatal seluruh tubuh, ada yang merasa tambah pusing, ada yang lemes, karena tubuh kita belum siap. Itu yang dinamakan alergi," tambahnya.


Proses terapi sengat lebah pertama kali dimulai dengan menyemprotkan minyak zaitun.Proses terapi sengat lebah pertama kali dimulai dengan menyemprotkan minyak zaitun. Foto: Aisyah/detikHealth


Efek samping yang dirasakan biasanya 5-8 jam setelah menjalani terapi. Gatal-gatal pada lokasi lokal (tempat sengatan), meriang, dan juga bengkak ada yang paling sering dialami ketika pengunjung tidak menuruti syarat tersebut. Oh iya, ada tiga penyakit yang tidak dianjurkan untuk menjadi terapi ini. Yanto menyebut penyakit 'jantung bocor', epilepsi dan TBC akut, adalah daftarnya.

"Ada juga pasien sudah kita tanya, makannya segala macem cuma dia bohong, sebenarnya malamnya dia kurang tidur, padahal dia semalamnya kurang tidur. Cuma karena dia terlalu semangat ingin sembuh, kita sengat ketahuan langsung, kok gatel-gatel dua menit kemudian di seluruh tubuh, baru ketahuan 'ini bapak tidurnya kurang', (kata pasiennya) "Kok tahu?" karena pasti ketahuan dari keluhannya," tutur Yanto.

Ketika mengalami efek samping, Yanto menjelaskan bahwa orang tersebut boleh meminum obat seperti misalnya parasetamol untuk demam. Ia pun menyarankan untuk lebih banyak minum air putih hangat dengan tambahan madu.

Perlu diketahui, efek dari sengatan lebah bisa memberikan efek yang berbeda-beda bagi orang. Ketika orang tersebut sudah mengalami kesulitan bernapas, denyut nadi yang tidak beraturan, tekanan darah yang turun tiba-tiba, mual, muntah, diare, atau pusing sampai hilang kesadaran maka pertolongan dokter adalah hal yang sangat dibutuhkan.

Karena itu, penting sekali untuk melakukan konsultasi kepada dokter Anda sebelum ingin menjalani terapi sejenis sengatan lebah ini.

(ask/up)
News Feed