Minggu, 23 Des 2018 12:17 WIB

Mengingat Kembali Prosedur Evakuasi saat Tsunami

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kondisi korban tsunami Anyer di Puskesmas Cinangka. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sebelum tsunami Anyer, Indonesia masih mengingat bencana serupa yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Wilayah tersebut hingga kini masih mencoba bangkit dan membenahi diri usai bencana.

Sebagai wilayah dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia selalu dibayangi kemungkinan terjadinya tsunami. Upaya mitigasi bencana dan evakuasi yang tepat memungkinkan wilayah serta warga bisa segera mengatasi dampak dari tsunami.


Dikutip dari situs Disaster Readiness Portal, masyarakat tak perlu panik saat mendengar tanda bahaya atau peringatan tsunami. Langkah evakuasi pertama adalah mengakses tempat tinggi, misal puncak bukit. Ketinggian tempat meminimalkan efek sapuan gelombang tsunami.

Bila masih berada di bibir pantai sebaiknya menyingkir sejauh mungkin. Jarak masih tergolong dekat jika gulungan ombak biasa masih terlihat. Jangan mengasumsikan tsunami sudah berlalu jika melihat satu gelombang. Sapuan gelombang berikutnya bisa jadi lebih kuat dan membahayakan keselamatan.

Berikutnya, selalu dengarkan informasi yang sumber kebenarannya terjamin. Informasi ini biasanya memberi tahu seputar evakuasi dan tempat untuk memperoleh pertolongan pertama. Jangan mempercayai sembarang informasi atau hoax, yang justru memicu resah, panik, dan kekacauan.

Masyarakat sebaiknya jangan kembali ke lokasi tsunami sampai ada pernyataan aman dari aparat terkait. Hal ini untuk mengantisipasi keamanan masyarakat bila ada bencana lain yang terjadi di lokasi tersebut.



Saksikan juga video 'PVMBG Belum Pastikan Penyebab Tsunami Anyer-Lampung':

[Gambas:Video 20detik]


Mengingat Kembali Prosedur Evakuasi saat Tsunami


(up/up)