Rabu, 26 Des 2018 16:01 WIB

Dinding Laut Bisa Ciptakan Rasa Aman Palsu Saat Tsunami

Firdaus Anwar - detikHealth
Dinding laut berfungsi untuk memecah ombak di pantai. (Foto: Kim Kyung Hoon/Reuters) Dinding laut berfungsi untuk memecah ombak di pantai. (Foto: Kim Kyung Hoon/Reuters)
Jakarta - Dinding laut adalah struktur buatan di garis pantai berfungsi untuk melindungi wilayah huni dan infrastuktur lainnya dari aktivitas gelombang laut. Berkaitan dengan hal tersebut, studi melihat kehadiran dinding laut bisa memberikan rasa aman palsu saat bencana seperti tsunami.

Peneliti mengambil contoh ketika Jepang dihantam gempa bermagnitudo 9,0 menghasilkan tsunami setinggi 30 meter lebih tahun 2011 lalu. Sekitar 16 ribu orang meninggal dan 122 ribu bangunan hancur.

Giancarlos Troncoso Parady dari University of Tokyo menganalisa data yang diambil dari 6.600 warga di 23 daerah yang terdampak paling parah. Saat itu sistem peringatan dini memprediksi tsunami 3, 28, 44, dan 90 menit setelah gempa selesai.



Hasilnya peneliti menemukan rata-rata 68 persen responden segera melakukan evakuasi. Mereka yang tinggal di daerah pesisir lebih tinggi tingkat evakuasinya sampai 78 persen, namun untuk daerah dengan dinding laut lebih tinggi dari prediksi tsunami angka evakuasi warga berkurang 30 persen.

"Dinding laut sudah jadi pertahanan kunci Jepang terhadap bencana tsunami. Akan tetapi meski dinding bisa menghambat air masuk membanjiri kota, dinding laut juga bisa punya efek samping memperlambat evakuasi," kata Giancarlos seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/12/2018).

Dipublikasi dalam jurnal Injury Prevention, peneliti berharap kedepannya ada usaha peningkatan kesadaran terhadap bencana. Kemungkinan terjadinya kesalahan dalam prediksi tetap ada sehingga cara terbaik untuk menghadapi tsunami tetap dengan melakukan evakuasi segera.

"Usaha untuk mempromosikan evakuasi segera dan edukasi tentang ketidakpastian dalam memprediksi tsunami harus diprioritaskan. Ini untuk memastikan warga tidak mengacuhkan peringatan evakuasi karena rasa aman palsu yang diberikan dinding laut," tulis peneliti.

(fds/up)