Kamis, 27 Des 2018 20:00 WIB

5 Masalah Kejiwaan yang Kerap Dikaitkan dengan Selfie

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Halaman 2 dari 6
1 Selfistis
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Kalau merasa ada yang kurang saat belum mengunggah foto selfie ke media sosial, bisa saja kamu mengidap selfistis. Istilah ini muncul pertama kali para tahun 2014 saat kegiatan selfie dijadikan sesuatu yang wajib dilakukan.

Peneliti dari Nottingham Trent University dan Thiagarajar School of Management, India menemukan tingkatan dalam selfisitis yang banyak dilakukan oleh masyarakat, seperti:

1. Borderline - selfie sedikitnya tiga kali dalam sehari tetapi tidak sampai diunggah ke media sosial
2. Acute - Selfie sedikitnya tiga kali sehari dan mengunggah ketiganya ke media sosial
3. Chronic - Munculnya keinginan untuk selfie yang tidak terkendali, kapanpun, dimanapun dan mengunggahnya ke media sosial lebih dari enam kali dalam sehari

"Rata-rata pengidap selfitis cenderung caper (suka cari perhatian), namun kurang percaya diri, sehingga mengunggah selfie ke media sosial dianggap sebagai cara mereka untuk 'fit in' atau beradaptasi dengan orang-orang di sekitar mereka," tutur salah satu peneliti, Dr Janarthanan Balakrishnan dikutip dari Telegraph.

(kna/up)