Senin, 31 Des 2018 18:47 WIB

Kanker Tenggorokan Tak Membuat Driver Grab Ini Menyerah

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: Dok Grab Foto: Dok Grab
Jakarta - Menderita suatu penyakit bukan berarti berhenti melanjutkan hidup. Apalagi penyakit kanker, yang membuat kebanyakan orang putus semangat karena melihat banyak pengidap yang terenggut nyawanya.

Namun tidak bagi Basuki, salah satu mitra pengemudi GrabCar yang masih tetap bersemangat menjalani hidup, meski ia telah mengidap kanker tenggorokan stadium lanjut. Mulanya, Basuki merupakan teknisi listrik dengan status pegawai kontrak di sebuah maskapai penerbangan nasional. Ia harus lulus tes pemeriksaan kesehatan untuk menjadi pegawai tetap.


"Nama saya Basuki, usia 39 tahun. Aktif di GrabCar sudah 2 tahun. Dari sebelum menjadi mitra Grab pun, saya sudah mengidap kanker sebenarnya," ujar Basuki seperti dikutip detikInet dari Instagram Grab, Senin (31/12/2018)

Namun, setelah ia diketahui memiliki kanker tenggorokan stadium lanjut, harapan tersebut pupus dan Basuki beralih pekerjaan menjadi mitra pengemudi GrabCar selama dua tahun terakhir ini.

Pendapatan Basuki dari menerima order tak hanya dipakai untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pengobatan dirinya sendiri. Bapak tiga anak ini harus menyisihkan sebagian pendapatan untuk biaya perawatan anak sulungnya, Gemilang Viqki Rabbani (14), yang memiliki penyakit autoimun.

"Kesembuhan itu bukan dari medis. Medis itu hanya sekian persen. Pada dasarnya, dengan daya pikiran kita sendiri, di situlah saya ingin berbagi pengalaman terhadap siapa pun, terutama yang berhubungan dengan kanker," ujarnya.

"Karena kesempatan hidup saya saat ini sungguh mukjizat. Saya berharap bisa membantu yang lain. Kenapa saya bisa, mereka yang lain tidak bisa," tambahnya.

Walaupun diterpa oleh berbagai masalah, Basuki merasa hidupnya penuh dengan berkah. Ia sering bertemu dengan orang-orang baik, misalnya para penumpang yang tergerak untuk membantu meringankan beban hidupnya.


Basuki berharap panjang umur agar sempat membalas kebaikan orang-orang yang telah menolongnya dan sempat berbagi pengalaman mengenai penyakitnya kepada orang lain.

"Saya tidak mau yang sehat jadi sakit dan yang sakit tidak tertolong. Dengan mereka mendengar cerita, melihat kondisi saya, mereka mungkin bisa lebih menjaga kesehatannya. Karena saya yakin, mereka semua pasti bisa sembuh. Di situlah saya ingin membantu mereka semua," pungkasnya. (ega/up)
News Feed