Senin, 31 Des 2018 19:45 WIB

Punya 2.000 Calon Donor, Desa Ini Deklarasikan Siaga Donor Mata

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi donor mata. Foto: thinkstock
Jakarta - Dari sekitar 5.600-an masyarakat di Desa Terjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, 2.000 di antaranya merupakan calon donor mata.

Dengan potensi seperti itu, dibentuklah Keluarga Donor Mata pada tahun 2016 dan kemudian Desa Ternjowaringin dideklarasikan sebagai Desa Siaga Donor Mata pada hari Minggu (30/12/2018) di Lapangan Panenjoan, Desa Tenjowaringin. Dengan begitu, desa itu menjadi desa dengan calon pendonor mata terbanyak di Indonesia.

Hingga kini, sudah 13 orang yang kornea matanya terambil. Sementara itu, kebutuhan kornea mata sejauh ini yang sudah terdaftar di RS Cicendo dan siap menerima donasi sebanyak 794 orang.

Secara statistik jumlah calon donor mata yang terdaftar di Bank Mata Indonesia sangat rendah sekali apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Sementara itu, jumlah orang yang mengalami kebutaan di Indonesia sekitar 3,5 juta orang.

"Kami juga berharap di Tasikmalaya bisa ada Bank Mata, yang nantinya akan mempermudah pengambilan kornea mata dan tidak banyak memakan waktu. Karena sekarang pengambilan kornea mata masih dilakulan oleh Tim Mata dari Bandung," kata Humas Keluarga Donor Mata Tasikmalaya, Usama Ahmad Rizal.



Ketua Bank Mata Jawa Barat, Dr Alma Lusiyati menjelaskan sosialisasi ini perlu terus dilakukan termasuk deklarasi desa siaga donor mata ini meruapakan kabar baik bagi bank mata Jawa Barat dan umumnya bagi saudara-saudara yang sangat membutuhkan.

Sedangkan menurut Eddi Brokoli sebagai Duta Donor Mata, jadi manusia jangan hanya berguna bagi dirinya sendiri namun harus berguna bagi orang lain.

Edi memiliki misi mensosialisasikan pentingnya berbagi dengan sesama. Menurutnya pendonor mata sangatlah mulia karena dengan keikhlasan bisa membantu orang yang membutuhkan menjadi bisa melihat terangnya dunia.

Antusiasme masyarakat Desa Terjowaringin bukan hanya mengenai donor mata, desa itu juga menjadi salah satu lumbung darah di Kabupaten Tasikmalaya karena tingkat kepedulian sosialnya yang tinggi.

(wdw/up)