Sabtu, 05 Jan 2019 19:15 WIB

Kata Robinhood Soal Putus Kontrak BPJS dengan RS Karya Medika 2 Tambun

Rosmha Widiyani - detikHealth
RS Karya Media 2 Tambun. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth RS Karya Media 2 Tambun. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
Jakarta - Layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit (RS) Karya Medika 2 dihentikan sementara. Hal ini mengundang protes, karena fasilitas kesehatan ini merasa telah memenuhi syarat perpanjangan kontrak kerja sama.

"Untuk akreditasi memang masih ada yang harus diperbaiki, namun kami telah terima surat rekomendasi perpanjangan kontrak BPJS Kesehatan dari Kementerian Kesehatan. Seharusnya layanan bisa lanjut per 1 Januari 2019," kata Direktur Utama RS Karya Medika 2 Tambun Robinhood Damanik, Sabtu (05/01/2019).



RS Karya Medika 2 telah diberi waktu perpanjangan pengurusan akreditasi hingga 1 Juni 2019. Menurut Robinhood pihaknya tidak bisa mengurus akreditasi hingga tuntas, karena rumah sakit saat ini masih dalam tahap perbaikan. Namun Robinhood memastikan pelayanan terus tersedia bagi pasien.

RS juga telah memastikan komitmen memenuhi ketentuan JKN. Pernyataan kesanggupan menjadi dasar keluarnya rekomendasi untuk perpanjangan kontrak.

RS Karya Medika 2 tercatat sebagai salah satu rumah sakit yang tidak memenuhi syarat rekredensialing. Syarat ini terdiri atas surat izin operasional, penetapan kelas rumah sakit, dan izin praktik tenaga kesehatan yang berpraktik. Syarat lain adalah Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP) lembaga terkait, perjanjian kerja sama dengan jejaring jika diperlukan, akreditasi, dan pernyataan kesediaan mengikuti ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Robinhood, pihaknya telah dijanjikan layanan BPJS kembali bisa diakses pada 1 Februari 2019. Pihaknya tidak keberatan jika harus menyusun kembali pemberkasan kontrak. Namun Robinhood berharap layanan bisa tersedia lebih cepat dari 1 Februari 2019 demi kebutuhan pasien.

(wdw/up)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
News Feed