Selasa, 08 Jan 2019 13:42 WIB

Lisa Blackpink Dapat Komentar Rasis, Ini Efeknya Bagi Psikologis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Perilaku rasis dapat menimbulkan efek trauma. (Foto: Anggi Mayasari / Wolipop) Perilaku rasis dapat menimbulkan efek trauma. (Foto: Anggi Mayasari / Wolipop)
Jakarta - Dalam perhelatan Golden Disc Award 2019 lalu, salah satu ajang penghargaan musik di Korea Selatan, Blackpink menjadi girl group yang ikut tampil di acara tersebut. Tapi siapa sangka, Lisa Blackpink justru mendapat perlakuan rasis dari banyak netizen Korea Selatan.

Perlu diketahui, tidak hanya netizen Indonesia yang suka 'nyinyir', warganet di berbagai penjuru dunia pun bahkan berperilaku sama. Bahkan, k-net, istilah bagi warga net Korea Selatan, memberikan komentar sangat rasis pada Lisa Blackpink.

Lisa Blackpink diketahui bukan berdarah asli Korea Selatan, namun berasal dari Thailand. Adanya fakta ini membuat banyak k-net memberikan komentar tidak menyenangkan bahkan menyuruh Lisa untuk pulang ke negara asalnya.

"Please go back to your hometown, Lisa. No offense but Koreans don't like you tbvh. Ily but that's a fact that you don't deserve to live here," tutur akun welovebtsforever___ dikutip dari abs-cbn.



Hasil penelitian dalam Journal of Counseling Psychology menyimpulkan rasisme dan trauma memiliki efek somatisasi atau tekanan psikologis yang mengakibatkan rasa sakit atau gangguan kesehatan fisik, menjadi terlalu peka, dan menyebabkan kecemasan.

"Semakin besar tekanan berkaitan dengan rasisme, semakin besar pula tekanan mental yang dialami," tutur Alex Pieterse dari Universitas di Albany, State University of New York, dikutip dari Health24,

Apa yang dialami Lisa Blackpink dapat memicu trauma berkepanjangan yang bisa menyebabkan rasa percaya dirinya pun semakin menurun. Oleh karena itu, seluruh fans Blackpink ramai-ramai menyerukan tagar #RespectLisa untuk menunjukkan dukungan kepada idola mereka itu.

Tentu, perilaku rasis tidak jauh berbeda dengan bully yang dapat menimbulkan efek luar biasa kepada korbannya. Jangan lupa bahwa perilaku ini pun bisa mendapat jerat hukum. Jadi, baiknya untuk memikirkan kembali apapun yang ingin ditulis sebelum memberikan komentar.

(kna/up)