Rabu, 09 Jan 2019 19:19 WIB

Sepanjang 2018, Ada 175 Kasus DBD di Kabupaten Semarang, 2 Meninggal Dunia

Eko Susanto - detikHealth
Sepanjang tahun 2018 ada 175 kasus DBD, 2 orang meninggal dunia. Untuk pergantian musim ini, Dinkes Kabupaten imbau lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Foto: Eko Susanto/detikcom Sepanjang tahun 2018 ada 175 kasus DBD, 2 orang meninggal dunia. Untuk pergantian musim ini, Dinkes Kabupaten imbau lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Sepanjang tahun 2018 ada 175 kasus DBD dan 2 orang meninggal dunia. Untuk pergantian musim ini, Dinas Kesehatan Kabupaten mengimbau untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Kepala Bidang Pengendali dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Hasty Wulandari mengatakan, kasus DBD paling tinggi terjadi pada tahun 2016 sebanyak 993 kasus dengan 7 meninggal dunia. Kemudian pada tahun 2017 mengalami penurunan ada 246 kasus dengan 1 meninggal.

"Kemudian pada tahun 2018 mengalami penurunan dengan 175 kasus dengan 2 orang meninggal dunia," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/1/2019).

Untuk korban meninggal pada 2018, kata dia, terjadi pada bulan Mei 2018 dan akhir Desember 2018, lalu. Kemudian antisipasi DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang telah membuat surat edaran untuk melangsungkan gerakan PSN.

"Kami membuat surat edaran untuk melakukan PSN. Karena kalau fogging tidak menyelesaikan masalah," tuturnya.


Pelaksanaan fogging dilangsungkan di Dusun Praguman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.Pelaksanaan fogging dilangsungkan di Dusun Praguman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto/detikcom


Sementara itu, kemarin dilangsungkan fogging di Dusun Praguman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang. Fogging dilaksanakan atas permintaan warga karena ada yang suspect DBD.

Kepala Dusun Praguman, Desa Tuntang, Mintardi mengatakan, fogging dilaksanakan di wilayah ini dengan 4 RT terdiri 203 KK. Fogging yang dilaksanakan ini atas permintaan warga Dusun Praguman.

"Fogging yang dilaksanakan atas permintaan warga. Di sini ada 7 warga yang dirawat di rumah sakit terdiri 4 sakit tipus, dua sakit lainnya dan 1 suspect DB," katanya saat ditemui di sela-sela fogging.

Dengan adanya fogging, katanya, warga merasa ayem. Sekalipun warga di dusunnya baru suspect.

"Kalau yang DB murni belum ada, warga khawatir kena DB. Kemudian mengajukan permintaan fogging dan sebelumnya telah dilakukan survei serta fogging dilaksanakan hari ini. Setelah ada fogging warga merasa ayem," tutupnya.

(ask/ask)
News Feed