Kamis, 10 Jan 2019 11:33 WIB

Riset di Oxford, Sasza Termotivasi Ingin Bantu Pasien Radang Usus

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sasza Chyntara Nabilla. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Sasza Chyntara Nabilla. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Sasza Chyntara Nabilla, seorang mahasiswi program doktor dari Departemen Material Universitas Oxford tengah merancang inovasi bahan untuk memperpanjang usus pada pasien Chron's disease atau peradangan usus.

Alasan wanita berusia 25 tahun itu ternyata sungguh mulia, yaitu ingin menyelamatkan orang-orang yang ususnya harus terus-menerus dipotong karena peradangan kronis. Biasanya peradangan usus ini terjadi di ileum atau usus penyerapan.

"Misal ususnya sudah dipotong, itu bisa muncul (peradangan) lagi, misal di sebelahnya. Obat sudah nggak bisa. Maka harus dipotong lagi. Kalau sampai 70 persen, ususnya jadi pendek, bisa malnutrisi, gangguan pencernaan, bahkan kematian," katanya saat ditemui di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).



Maka dari itu, Sasza menciptakan suatu bahan yang dibuatnya dari sintesa yang ia racik sendiri, yaitu dengan menggunakan hydrogel. Suatu polimer yang dapat membentuk jaringan-jaringan usus baru.

Meskipun belum diujicobakan pada manusia, Sasza berharap produk yang dibuatnya dapat membantu dunia kedokteran dan farmasi dengan harga yang cukup terjangkau namun berkualitas tinggi.

"Harganya terjangkau, bahannya juga murah kok," imbuhnya.

(wdw/up)