Kamis, 10 Jan 2019 16:51 WIB

Pengguna JKN Meningkat di 2018, Stunting dan Kematian Ibu Masih Tinggi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek (Foto: Uyung/detikHealth) Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta - Kementerian Kesehatan memberikan paparan mengenai pencapaian program kesehatan pada tahun 2018. Berbagai program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang diinisasi oleh berbagai kegiatan dari Kementerian Kesehatan.

"Penguatan pelayanan kesehatan masyarakat dengan program Indonesia Sehat ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia," tutur Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan Jl Rasuna Said, Kamis (10/1/2019).

Menkes memaparkan, sampai tahun 2018 terdapat 23.039 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.465 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah dibangun. Selain itu, penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 208,7 juta jiwa dengan Penerima Bantuan Iuran berjumlah kurang lebih 92 juta jiwa.

"Bisa dilihat adanya pemanfaatan JKN-KIS oleh masyarakat dengan kunjungan fasilitas kesehatan makin meningkat," tambahnya.



Sampai tahun 2018, terdapat 2.752 pembangunan puskesmas baru, 5.654 rehabilitasi puskesmas, dan untuk puskesmas di daerah perbatasan dan daerah tertinggal, akan dibangun sebanyak 279 unit untuk tahun 2019.

Dalam capaian kesehatan, sebanyak 74 persen penduduk Indonesia yang telah terbebas dari penyakit malaria dengan 286 kabupaten dan kota yang telah eliminasi malaria.

"Untuk kelanjutannya, Kementerian Kesehatan akan terus meningkatkan kesehatan masyarakat dengan penguatan Germas, pengendalian penyakit, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta pemantapan JKN/KIS," pungkasnya.



Stunting dan Kematian Ibu Masih Tinggi

Dibandingkan dari tahun 2018, cakupan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan berkisar 73,50 persen, terbilang menurun dibandingkan 2017 yakni 83,67 persen. Adanya angka tersebut menyebabkan jumlah kematian ibu cukup tinggi.

"Angka kematian ibu masih tinggi, oleh karena itu di dorong untuk melahirkan di fasilitas kesehatan misal bidan atau dokter," tutur Menkes.



Untuk stunting, dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memang menunjukkan penurunan yakni 30,8 persen namun masih jauh dari rekomendasi yang dianjurkan oleh WHO.

"Stunting kalau bisa kita di bawah itu, jadi ibu hamil harus memperhatikan lagi agar anaknya lahir dengan sehat dan selamat," tambahnya.

Menkes kesehatan ibu dan anak tetap merupakan program yang harus terus diperhatikan keberhasilannya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengajak pihak yang terkait untuk ikut bekerjasama demi mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih sehat.

"KB harus diperhitungkan juga, ini merupakan pekerjaam di bkkbn. Jadi harus memikirkan juga jumlah populasi agar piramida penduduk bisa imbang sehingga mendapat bonus demografi," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed