Jumat, 11 Jan 2019 09:30 WIB

Sedang Haid, Seorang Ibu di Nepal Meninggal Karena 'Diusir'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi meninggal. Foto: Thinkstock Ilustrasi meninggal. Foto: Thinkstock
Jakarta - Pada Rabu (9/1) pagi, seorang ibu dan kedua anaknya asal Nepal ditemukan meninggal di sebuah gubuk kayu dekat rumahnya. Rupa-rupanya, saat itu sang ibu sedang menjalani sebuah praktik bernama chhaupadi yang mengharuskan seorang wanita 'diusir' dari rumah dan tidur sendirian di sebuah gubuk saat datang bulan atau menstruasi.

Saat itu musim dingin sedang mengalami temperatur di bawah nol (sub zero). Sang ibu, Amba Bohora (35) dan kedua anak lelakinya berusia 7 dan 9 tahun harus tidur di gubuk tersebut.

"Diduga mereka meninggal karena menghirup asap. Dia (Amba) menyalakan api kecil di dalam gubuk untuk menghangatkan diri dan kemungkinan membakar selimut yang mereka pakai saat tidur dan memenuhi gubuk dengan asap," terang Uddhab Singh Bhatt, petugas senior di area tersebut, dikutip dari CNN.


Chhaupadi merupakan praktik yang umum dilakukan di bagian barat Nepal. Praktik ini mengharuskan para wanita yang dianggap 'kotor' saat menstruasi, dilarang untuk menyentuh orang lain atau makanan yang mungkin dimakan orang lain, ternak dan bahkan buku.

Kemudian mereka mesti dikurung selama siklus haid mereka di sebuah bangunan yang disebut 'pondok menstruasi', di mana mereka harus tidur tiap malam, bahkan dalam musim dingin sekalipun. Kebanyakan pondok tersebut tidak memiliki ventilasi.

Tentu saja praktik ini berujung dengan banyaknya kematian dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena gigitan binatang atau karena menghirup asap, khususnya saat bulan-bulan musim dingin dengan suhu membeku.


Pada 2017 lalu, Chhaupadi telah dilarang oleh pemerintah Nepal dan ada hukuman tiga bulan penjara atau denda uang bagi siapapun yang ketahuan memaksa melakukan praktik tersebut. Sayangnya di beberapa desa tetap saja masih dilanggar.

"Kami telah membuat kemajuan yang cukup baik di distrik kami soal mengatasi budaya ini. Faktanya kami bahkan percaya bahwa chhaupadi tak lagi dipraktikkan di Bajura dan seluruh pondok tersebut telah dihancurkan," kata Chetraj Baral, kepala administrasi distrik Bajura, tempat kejadian perkara.

Para aktivis di Nepal memercayai formula baru dari hukum tidak akan mampu menghentikan ritual kuno tersebut. Mereka mengatakan bahwa stigma soal menstruasi di masyarakat perlu dihilangkan, serta perlunya edukasi baik pada pria maupun wanita soal bahaya dari tradisi tersebut.

(frp/up)