Jumat, 11 Jan 2019 10:24 WIB

Kemenkes Sebut 5 Meninggal di Labuan Bajo karena KLB DBD

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Nyamuk Aedes aegypti penyebar DBD. Foto: BBC Magazine Nyamuk Aedes aegypti penyebar DBD. Foto: BBC Magazine
Jakarta - Sejumlah wilayah di Indonesia melaporkan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satunya adalah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Laporan yang terakhir adalah kejadian di Labuan Bajo dengan jumlah kasus yang cukup banyak yang sampai saat ini masih terjadi dengan angka yang meninggal ada 5 orang yang dilaporkan sampai bulan ini," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, dijumpai di Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Cuaca yang cenderung tidak menentu belakangan ini disebut-sebut sebagai salah satu faktor pemicu KLB (Kejadian Luar Biasa). Beberapa wilayah melaporkan peningkatan kasus, termasuk Semarang, Jawa Tengah, yang sudah mencatat 2 korban meninggal.


"Kita juga sudah memberikan edaran kepada daerah yang berkenaan dengan antisipasi dan meminimalisir kemungkinan kejadian DBD mengingat informasi dari BMKG mengenai cuaca atau curah hujan yang memang tidak merata sehingga dimungkinkan terdapat genangan air yang tidak bisa kita kelola sebagaimana biasanya," kata Anung.

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Genangan air jernih di sekitar rumah merupakan tempat berkembang biak nyamuk bercorak hitam loreng putih ini.

(up/up)
News Feed