Jumat, 11 Jan 2019 10:57 WIB

Nggak Jadi Batal Nih? Wajib Kerja Dokter Spesialis Tetap Ada di 2019

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi profesi dokter. Foto: iStock Ilustrasi profesi dokter. Foto: iStock
Jakarta - Beberapa waktu lalu tersiar kabar mengenai program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dibatalkan, berdasarkan gugatan yang diajukan dr Ganis Irawan pada Mahkamah Agung (MA).

Namun, Kepala Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, drg Usman Sumantri, MSc mengatakan hingga saat ini, Kemenkes belum menerima secara resmi dari MA tentang pasal-pasal yang diajukan gugatan oleh pemohon.

"Dengan belum resminya putusan MA tersebut, berarti belum secara resmi. Kalaupun nanti diterima, maka peraturannya kita diberikan kesempatan selama 3 bulan setelah putusan itu diterima secara resmi,"

Untuk mengantisipasi jika putusan tersebut diterima oleh MA, Kementerian Kesehatan sudah mempersiapkan pengganti WKDS dengan cara lain yang mendekati. Ini berarti penempatan dokter atau WKDS akan tetap berjalan di 2019.


"IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pun sangat mendukung WKDS tetap berjalan. Saat ini dilakukan upaya pendekatan perorangan pada pemohon,"

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menambahkan banyak yang mengatakan dokter tidak berminat ke daerah karena alatnya tidak lengkap. Menkes memastikan hal itu tidak benar adanya.

"Itu tidak benar ya. Jadi sebelum dikirim, kita harus memfasilitasi rumah sakit yang meminta dokter spesialis ini alatnya harus lengkap. Kalau lengkap kita kirim, kalau tidak kita nggak akan kirim. Karena percuma juga kita kirim kalau sarana-prasarana tidak mendukung," tutup Menkes.

(kna/up)
News Feed