Jumat, 11 Jan 2019 19:07 WIB

Jangkrik Menyerbu Masjidil Haram, Serangga Apa Sih Itu?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Salah satu jenis jangkrik di Kampung Jangkrik Cirebon. Foto: (Sudirman Wamad/detikTravel) Salah satu jenis jangkrik di Kampung Jangkrik Cirebon. Foto: (Sudirman Wamad/detikTravel)
Jakarta - Sekawanan jangkrik yang diduga berasal dari spesies Gryllus campestris menyerbu Masjidil Haram pada Jumat (11/01/2019). Dikutip dari detikNews, pemerintah Arab Saudi sampai harus menerjunkan sekitar 3 ribu petugas untuk mengatasi peristiwa langka ini.

Pakar satwa liar Dr Jacky Judas memperkirakan, serbuan jangkrik terkait dengan usaha penangkaran serangga. Jangkrik digunakan untuk pakan burung yang banyak dilakukan di areal bisnis di Semenanjung Arab. Jangkrik tersebut kemungkinan kabur dan menyebar hingga Mekah.


Dalam situs Sciencing, jangkrik memiliki kurang lebih 900 spesies yang tersebar di seluruh dunia kecuali kutub. Jangkrik dikenal sebagai spesies yang mudah beradaptasi, berkembang biak, dan memenuhi kebutuhan pangannya. Jangkrik bisa lompat 20-30 kali lebih jauh daripada tubuhnya sepanjang 2,5 sentimeter. Jangkrik lebih sering berpindah dengan cara lompat daripada terbang meski memiliki sayap.

Spesies G campestris yang diperkirakan menyerang Masjidil Haram, umumnya ditemukan di kawasan Eropa Barat. Spesies ini memilih habitat yang kering, banyak sinar matahari, dan memiliki rumput atau vegetasi yang pendek. Jangkrik jenis ini tidak bisa terbang sehingga selalu terancam punah di habitat asalnya.

Terlepas dari serbuan tersebut, jangkrik menjadi salah satu alternatif pemenuhan gizi hewani. Dengan jumlah manusia yang semakin meningkat, jangkrik dianggap mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia. Dikutip dari situs Food and Agriculture Organization (FAO), jangkrik mengandung keseimbangan dan kelengkapan nutrisi yang bisa diperoleh dengan harga murah.

(up/up)
News Feed