Selasa, 15 Jan 2019 15:57 WIB

Pemuda Pekalongan Bunuh Diri, Kenapa Putus Cinta Bisa Berakhir Tragis?

Firdaus Anwar - detikHealth
Wahono ditemukan dalam keadaan lemas tengkurap di lantai dapur rumahnya. (Foto: Dok Polres Pekalongan) Wahono ditemukan dalam keadaan lemas tengkurap di lantai dapur rumahnya. (Foto: Dok Polres Pekalongan)
Jakarta - Beberapa kali muncul laporan ada yang bunuh diri karena mengalami masalah hubungan asmara. Contoh terbaru misalnya dilaporkan polisi terjadi pada seorang pria berusia 20 tahun dari Pekalongan bernama Wahono.

Pada Senin (14/1) Wahono mengakhiri hidup dengan gantung diri di kediamannya. Menurut Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom, Wahono sempat merekam aksinya dalam ponsel yang kemudian dikirim ke sang kekasih.

"Kasus ini kasus bunuh diri karena putus cinta. Dan kita sendiri akan meminta keterangan saksi dari pacar korban," jelas Akrom.



Psikolog klinis Veronica Adesla, MPsi, dari Personal Growth berkomentar bahwa masalah percintaan memang jadi salah satu faktor yang bisa mengguncang emosi. Alasannya karena hubungan ini sering melibatkan ikatan perasaan mendalam.

"Hubungan cinta melibatkan ikatan perasaan yang mendalam, maka ketika terjadi masalah dalam hubungan tersebut akan terjadi guncangan emosi yang besar," kata Veronica pada detikHealth pada Selasa (15/1/2019).

Meski demikian orang dalam kondisi yang sehat mental seharusnya bisa melalui guncangan tersebut seiring berjalannya waktu. Setiap individu mungkin membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk pulih dari guncangan.

"Cara yang dilakukan beragam mulai dari menenangkan diri, berdoa, bernyanyi, melakukan perubahan sebagai tanda membuka lembar baru...," pungkas Veronica.

(fds/up)