Rabu, 16 Jan 2019 12:00 WIB

Bisa Picu Serangan Jantung, Kenali Faktor Risiko Sumbatan Koroner STEMI

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi sakit jantung. Foto: thinkstock Ilustrasi sakit jantung. Foto: thinkstock
Jakarta - Sama dengan penyakit diabetes dan hipertensi, kasus gangguan jantung berisiko terus meningkat. Usia pasien penyakit tidak menular ini juga semakin muda karena penerapan pola hidup yang tidak ramah kesehatan. Salah satu gangguan jantung yang wajib diwaspadai adalah ST segment elevation myocardial infarction (STEMI).

"Faktor risiko STEMI adalah rokok, hipertensi, dan diabetes. Penyakit ini bisa dicegah asal bisa mengendalikan faktor risikonya. Selain itu segera konsultasi ke dokter jika merasakan gejala gangguan jantung, misal nyeri dada," kata dokter spesialis bedah thorax kardiovaskuler dr Maizul Anwar Sp BTKV (K) pada detikHealth, Selasa (15/01/2019).


dr Maizul menyarankan pria dan wanita yang masih merokok untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut. Rokok, asap, dan produk turunannya terbukti menanggung banyak racun yang berisiko menurunkan fungsi organ tubuh termasuk jantung.

Untuk hipertensi dan diabetes, dr Maizul menyarankan segera menerapkan pola hidup sehat. Selain tidak merokok, pola hidup sehat meliputi rajin olahraga serta rutin mengonsumsi buah dan sayur.

STEMI adalah sindrom koroner akut yang mengakibatkan gangguan suplai darah pada otot jantung. Gangguan diakibatkan aterosklerosis yaitu penyempitan dan penebalan pembuluh arteri karena penumpukan plak. Diagnosis STEMI hanya bisa dilakukan dokter dengan melakukan tes dan mengetahui lokasi sumbatan terlebih dulu.




Simak juga video 'Menepuk Lengan Kiri Dapat Atasi Jantung, Hoax atau Tidak?':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed