Kamis, 17 Jan 2019 07:09 WIB

10 Years Challenge Versi Penyintas Kanker, Inspiratif Bikin Merinding (2)

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Halaman 2 dari 4
1 Rama Adi Wijaya (18)
Foto: detikHealth

Tahun 2009, Rama masih dalam masa pemulihan untuk menjadi survivor kanker leukemia ALL sepenuhnya. Saat itu hidupnya masih cukup membuatnya merasa terpuruk. Ia mendapatkan banyak peraturan dan larangan dari keluarga, dikucilkan oleh teman-teman di lingkungan rumah, juga selalu dianggap remeh oleh teman-teman sekolah saat duduk di bangku SD. Tidak jarang pula, ia berselisih dengan orangtuanya yang saat itu ia sebut masih over protective.

"Untungnya saya masih mempunyai 2 orang yang selalu pengertian dan paham apa kemauan saya, mereka adalah kedua kakek saya. Saat itu saya merasa ada orang yang begitu paham dengan kondisi saya, saya mempunyai sosok untuk berbagi cerita," kisahnya.

"Namun itu tidak berlangsung lama karena Allah memanggil mereka berdua begitu cepat. Saya pun harus berteman lagi dengan 'sepi'. Saat itu hidup saya merasa hampa, saya selalu berbicara sendiri 'apa arti hidup saya? Saya hidup untuk siapa?' pertanyaan-pertanyaan itu sering saya tanyakan," tambahnya.

Masuk di bangku SMP, Rama mulai memiliki teman yang bisa menerimanya sebagai survivor kanker. Hidupnya semakin berwarna. Belum lagi di tahun 2014, ia diamanahkan oleh guru mengajinya untuk mengajar di TPA dekat rumah.

"Mulai saat itu sedikit demi sedikit saya dapat merubah pandangan orang di lingkungan, mereka yang berpikir saya anak yang tidak bisa apa-apa, bahkan enggak jarang juga ada yang bilang 'anak sisa hidup'," kenangnya.

Tahun 2015 Rama bergabung di cancer buster community komunitas (CBC), ia pun seperti menemukan keluarga baru. Tapi bukan itu titik balik Rama.

"Titik balik saya terjadi pada saat 2017 (kelas 1 SMK) ketika saya melihat mamah melahirkan adik saya yang kedua, di situ saya belajar bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya. Saya tersadar mungkin larangan-larangan orang tua saya dulu, itu karena mereka enggak pengin saya terkena sakit untuk yang kedua kalinya. Dan saat itu pula saya bertekad ingin membuat kedua orang tua saya bangga," tandasnya.

(ask/up)