Jumat, 18 Jan 2019 10:00 WIB

Banyak Tentara Kena HIV, Militer Uganda Luncurkan Merek Kondomnya Sendiri

Firdaus Anwar - detikHealth
Kondom diyakini bisa mengurangi risiko penularan infeksi seksual (iStock) Kondom diyakini bisa mengurangi risiko penularan infeksi seksual (iStock)
Jakarta - Pada bulan Oktober 2018 lalu militer Uganda diberitakan telah meluncurkan merek kondomnya sendiri bernama Ulinzi yang dalam bahasa Indonesia berarti "perlindungan". Tujuannya untuk membantu para tentara terhindar dari infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Staff Brigadir Leopold Kyanda mengatakan sekitar 6 persen orang dewasa di Uganda hidup dengan HIV. Di masa lalu kebanyakan dari jumlah tersebut datang dari kalangan tentara.



Kondom Ulinzi yang dikemas dengan corak ala tentara diharapkan OLEH Menteri Kesehatan Uganda Vastha Kibirige dapat melindungi dari para tentara yang bertugas agar tak kembali pulang dengan HIV.

"Sifat pekerjaan ini punya banyak tentangan. Mereka kadang bertugas pergi ke area konflik bertemu dengan pekerja seks untuk melepaskan stres. Mereka harus melindungi dirinya sendiri agar tidak menginfeksi para istri di rumah," kata Vastha seperti dikutip dari BBC, Kamis (17/1/2019).

Menurut data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kematian terkait HIV-Aids di Uganda puncaknya terjadi pada tahun 1999, memakan korban sekitar 74 ribu jiwa. Sejak saat itu beragam upaya pencegahan telah dilakukan dan jumlahnya tahun 2017 berkurang menjadi sekitar 26 ribu.

Ketersediaan obat antiretroviral (ARV) disebut sebagai salah satu upaya yang paling berpengaruh mengurangi angka kematian. Obat tersebut bekerja dengan cara menekan pertumbuhan virus di tubuh sehingga seseorang yang terinfeksi bisa hidup normal layaknya mereka yang sehat.



Saksikan juga video 'Apa Bedanya HIV dan AIDS?':

[Gambas:Video 20detik]


Banyak Tentara Kena HIV, Militer Uganda Luncurkan Merek Kondomnya Sendiri



(fds/up)