Sabtu, 19 Jan 2019 13:00 WIB

Racun Kelelawar Vampir Bisa Jadi Obat Hipertensi Baru

Firdaus Anwar - detikHealth
Salah satu spesien kelelawar. Foto: iStock Salah satu spesien kelelawar. Foto: iStock
Jakarta - Kelelawar vampir hidup dengan mengonsumsi darah mahluk hidup, khususnya mamalia besar seperti sapi. Dengan taring runcing kelelawar vampir akan membuat luka di kulit mangsanya lalu mulai menghisap darah yang keluar sampai kenyang.

Mungkin tidak diketahui oleh banyak orang namun kelelawar vampir sebetulnya mamalia berbisa. Saat kelelawar menghisap darah dalam liurnya ada protein khusus yang dapat menghentikan reaksi enzim pembekuan darah sang mangsa.

Terkait hal tersebut ahli biologi Bryan Fry dari University of Queensland sedang meneliti bagaimana racun kelelawar vampir bisa dimanfaatkan untuk penyakit darah pada manusia. Sebagai contoh misalnya obat untuk hipertensi atau pendukung transplantasi.


"Air liur kelelawar vampir ini dirancang untuk menimbulkan perubahan biokimia pada mangsanya, menimbulkan perdarahan tanpa henti dengan cara menghalangi formasi penggumpalan atau bahkan menghancurkan penggumpalan darah. Ini sesuatu yang sedang diteliti intensif," kata Bryan seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (18/1/2019).

"Ada potensi untuk membantu dokter mengobati berbagai kondisi mulai dari tekanan darah tinggi di pembuluh darah halus, atau memperbaiki aliran darah ke jaringan rusak seperti saat transplantasi kulit," lanjutnya.

Meski kemungkinan terbuka lebar, Bryan beserta timnya masih membutuhkan waktu untuk bisa mengembangkan obat tersebut.




Saksikan juga video 'Ayo Buktikan Mitos Darah Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]


Racun Kelelawar Vampir Bisa Jadi Obat Hipertensi Baru



(fds/up)