Senin, 21 Jan 2019 15:30 WIB

Mengenal Mythomania, Pembohong yang Memercayai Kebohongannya Sendiri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi mythomania. Foto: Ilustrasi/thinkstock Ilustrasi mythomania. Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pernahkah kamu menemukan seseorang yang terus-terusan menceritakan sesuatu namun kesannya seperti berbohong? Bisa jadi dia adalah seorang pembohong patologis, atau biasa disebut mythomania dan pseudologia fantastica.

Mythomania merupakan perilaku kompulsif atau kebiasaan berbohong yang kronis. Menurut situs Health Line, bohong patologis berbeda dengan white lies yang biasa dipakai untuk menghindari terlibat dalam masalah atau menyakiti perasaan seseorang.


Pembohong patologis kerap berbohong tanpa ada alasan yang jelas, walau beberapa memang bisa disebabkan karena kondisi mental seperti gangguan kepribadian antisosial (sosiopati). Hal itu menyebabkan orang lain frustasi karena tak bisa mengetahui apakah cerita tersebut benar adanya.

Walau dikenal selama berabad-abad, secara universal kebohongan patologis belum ada definisianya. Serta masih diperdebatkan di kalangan pakar kesehatan jiwa apakah perilaku ini termasuk dalam gangguan kesehatan mental.

"Bohong patologis tidak termasuk baik dalam Manual Statistik dan Diagnosis Kesehatan Mental (DSM-5) atau Klasifikasi Penyakit Internasional milik Organisasi Kesehatan Dunia (ICD-10)," kata Dr Mark Griffiths, psikolog dan direktur International Gaming Research Unit di Divisi Psikologi dari Nottingham Trent University, dikutip dari Psychologia.




(frp/fds)