Jumat, 01 Feb 2019 18:02 WIB

Bayar Mahal untuk Obati Disfungsi Ereksi, Malah Mr P Bengkok 90 Derajat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi penis yang disfungsi ereksi. Foto: thinkstock Ilustrasi penis yang disfungsi ereksi. Foto: thinkstock
Jakarta - Beberapa pria di Amerika Serikat mengajukan gugatan pada suatu klinik dewasa karena telah membuat penis mereka cacat permanen. Salah satunya Robert Snell yang penisnya membentuk sudut 90 derajat dan tidak bisa kembali normal.

Pasien lainnya, Michael Forkner (51) yang berharap disfungsi ereksinya terobati, justru merasakan ereksi selama berjam-jam dan lengkungan penis yang permanen membuatnya kesakitan.

Dikutip dari Daily Mail, para pria itu disuntikkan obat disfungsi ereksi yang harganya sekitar 1.500 dollar Amerika atau setara dengan Rp 20 juta untuk tiga kali suntikan.



Berita ini pun membuat beberapa ahli urologi angkat suara. Menurut ahli urologi di Mayo Clinic, dr Tobias Kohler, MD, seorang pria yang mengalami disfungsi ereksi, pil adalah tindakan pertama dan bisa digunakan selama lima tahun.

Jika kasus disfungsi ereksinya sangat parah, pilihan selanjutnya adalah suntikan atau operasi. Biasanya yang injeksi yang digunakan adalah campuran alprostadil, papaverine, dan phentolamine, yang melebarkan pembuluh darah dan otot-otot halus serta memudahkan aliran darah ke penis.

"(Suntikan) digunakan dengan baik oleh ahli urologi tetapi masalahnya datang dari klinik yang menjualnya kepada pasien dengan biaya tinggi," kata dr Kohler.




(wdw/wdw)