Senin, 04 Feb 2019 15:50 WIB

Sisi Positif di Balik Meningkatnya Kasus Kanker di Indonesia

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumlah kasus kanker naik, menandakan kesadaran untuk periksa meningkat (Foto: iStock) Jumlah kasus kanker naik, menandakan kesadaran untuk periksa meningkat (Foto: iStock)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi kanker di Indonesia meningkat. Pada tahun 2013 kejadian kanker ada di angka 1,4 per 1.000 penduduk lalu tahun 2018 angka naik menjadi 1,8 per 1.000 penduduk.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam perayaan Hari Kanker Sedunia 2018 mengatakan bahwa hal ini harus jadi perhatian. Menurutnya 43 persen kasus kanker bisa dicegah bila saja orang-orang menerapkan gaya hidup sehat dan rajin melakukan pemeriksaan dini.

"Jadi artinya kita belum berubah. Kanker makin meningkat dan biayanya tentu makin mahal," kata Menkes Nila saat berbicara di Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).



Menanggapi hal tersebut Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Profesor Dr dr Soehartati A. Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad, punya komentar lain. Menurut dokter yang akrab disapa Prof Tati ini, peningkatan angka prevalensi bisa karena beberapa hal yang tidak selalu negatif.

Sebagai contoh bisa jadi ada peningkatan kesadaran terhadap kanker sehingga orang-orang memilih memeriksakan dirinya bila ada gejala mencurigakan. Hal ini didukung juga oleh peningkatan akses layanan medis karena biaya berobat ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Riset tahun lalu 2013 sebelum BPJS yang tahun 2014. Riset sekarang tahun 2018 kelihatan meningkat ya karena BPJS juga yang memberikan kesempatan untuk orang selama ini 'bersembunyi' jadi keluar," kata Prof Tati saat ditemui di kesempatan yang sama.

"Jadi banyak faktor karena dia juga tidak akan keluar kalau tidak ada awaraness," lanjutnya.

(fds/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed