Rabu, 06 Feb 2019 14:30 WIB

Penampakan Alat Pendeteksi DBD Buatan BPPT yang Mirip Test Pack

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kit Diagnostik DBD ini masih dalam tahap uji coba oleh BPPT (Foto: Rosmha/detikHealth) Kit Diagnostik DBD ini masih dalam tahap uji coba oleh BPPT (Foto: Rosmha/detikHealth)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
Jakarta - Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM)-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menghadirkan Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD). Kit yang memberi hasil cepat dan akurat ini mirip test pack yang digunakan dalam uji kehamilan.

"Kit ini bisa digunakan tanpa alat bantu, tak membutuhkan keahlian tertentu, dan mudah diakses di seluruh Indonesia karena tidak perlu digunakan atau dikirim dengan kondisi khusus. Dengan kemudahan ini alat bisa digunakan di klinik atau puskemas. Namun harus diingat alat harus digunakan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan bukan untuk diagosis sendiri (self diagnosis)," kata peneliti Kit Diagnostik DBD Fifit Juniarti pada detikHealth, Rabu (06/02/2019).



Sama seperti test pack, alat mengindikasikan serangan DBD melalui jumlah strip. Satu strip menunjukkan hasil negatif sedangkan dua garis mengindikasikan adanya serangan virus dengue dalam tubuh pasien. Bahan uji yang digunakan adalah darah pasien yang diteteskan pada ujung Kit Diagnostik DBD. Darah kemudian dicampur larutan buffer yang sudah tersedia kotak kit diagnostik. Larutan penyangga ini berfungsi mempercepat reaksi tanpa ikut mempengaruhi hasil.

Setelah 2-10 menit, tenaga kesehatan dan pasien sudah bisa melihat hasil tes kemungkinan serangan DBD. Fifit menyarankan kit digunakan 1-4 hari usai terjadi peningkatan suhu tubuh. Dalam kurun waktu tersebut, protein NS-1 yang merupakan komponen penyusun virus dengue sudah bisa terdeteksi kit diagnosis. NS-1 adalah salah satu komponen protein non struktural yang berperan dalam replikasi virus Asam Ribonukleat (ARN/RNA).

Sayangnya alat ini belum bisa digunakan di fasilitas kesehatan umum. Fifit mengatakan, saat ini masih melakukan uji fungsi yang memerlukan sekitar 150 sampel untuk memastikan efektivitas alat. Pihaknya juga masih menjajaki kerja sama dengan perusahaan untuk produksi dan distribusi alat di seluruh Indonesia.




Simak juga video 'Anies Gratiskan Perawatan Pasien DBD di Seluruh RSUD Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]


Penampakan Alat Pendeteksi DBD Buatan BPPT yang Mirip Test Pack
(up/up)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD