Kamis, 07 Feb 2019 14:00 WIB

Kelamaan Duduk Tingkatkan Risiko Kanker Usus 70 Persen!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kehidupan sedentari merupakan faktor utama yang meningkatkan kasus kanker usus. (Foto: Thinkstock) Kehidupan sedentari merupakan faktor utama yang meningkatkan kasus kanker usus. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sebuah penelitian baru menunjukkan keterkaitan antara terlalu lama duduk bermalas-malasan dan kenaikan risiko kanker usus. Studi yang diketuai oleh Dr Long Nguyen di Massachusetts General Hospital dan Harvard MeDical School menunjukkan bermalas-malasan selama dua jam atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker usus sebanyak 70 persen.

Studi yang dipublikasikan dalam junal JNCI Cancer Spectrum adalah yang pertama mengidentifikasi bahwa kehidupan sedentari merupakan faktor utama yang meningkatkan kasus kanker usus terutama di usia kurang dari 50 tahun.



Menurut studi tersebut, hasil yang didapatkan juga berbanding lurus dengan indeks massa tubuh dan kebiasaan olahraga. Hasil dari penelitian juga menunjukkan risiko kanker usus akan lebih tinggi pada wanita. Keterkaitian ini juga lebih kuat untuk kanker dubur dibandingkan dengan kanker usus besar.

"Penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi siapa saja yang berisiko tinggi untuk segera mendapatkan deteksi dini," tutur Yin Cao, Asisten Profesor Bedah di FWashington University School of Medicine, dan penulis studi, dikutip dari timesnownews.

Secara umum, kanker usus biasanya menyerang orang di usia 50 tahun keatas. Namun karena gaya hidup yang semakin tidak sehat, saat ini bahkan orang berusia 20 tahun pun rentan terkena kanker usus.





Simak juga video 'Mengenal Faktor Risiko Kanker Usus':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/kna)