Senin, 11 Feb 2019 17:05 WIB

Dapat Info Kesehatan Hoax di Medsos? Nggak Usah Ragu, Langsung Report!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Di dunia kesehatan, hoax punya potensi berbahaya menimbulkan penyakit hingga kematian. (Foto Ilustrasi: Mindra Purnomo) Di dunia kesehatan, hoax punya potensi berbahaya menimbulkan penyakit hingga kematian. (Foto Ilustrasi: Mindra Purnomo)
Jakarta - Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi yang sangat pesat menjadikan penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Sayangnya, tidak semua informasi yang disajikan benar. Malahan, kebanyakan diantaranya adalah hoax.

"Masyarakat pengguna internet sekitar 40 persen di antaranya mencari tentang kesehatan. Jadi, kalau misalnya info yang sering diklik itu informasi hoax, masyarakat akan menggunakan itu," kata Anis Fuad, Peneliti Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Anis mengharapkan untuk memperbanyak konten kesehatan yang bisa memfilter informasi hoax. Sehingga, info kesehatan yang benar bisa tertampil pada laman awal pencarian.



"Orang-orang juga perlu diberi pembekalan tentang informasi hoax. Jadi kalau melihat hoax harus ramai-ramai di-report," tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Praktisi Teknologi Sektor Publik, Tony Seno Hartono mengatakan saat ini masyarakat masih banyak yang diperdaya dengan konten hoax.

Oleh karena itu, publik harus diberi pembekalan untuk mengambil informasi hanya dari sumber yang kredibel dan terpercaya misalnya media yang khusus menangani informasi tentang kesehatan.

"Masyarakat harus bisa membedakan mana informasi yang benar mana yang hoax. Sekarang itu era hoax, banyak sekali informasi yang salah," tuturnya.

"Kita harus mencari informasi dari sumber terpercaya seperti dari media besar atau yang khusus menangangi kesehatan. Jangan ambil dari blog atau media sosial," pungkas Seno.

(kna/fds)
News Feed