Selasa, 12 Feb 2019 11:20 WIB

Jokowi: Negara Tak Mungkin Bersaing Kalau Masih Banyak Stunting

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Jokowi (Foto: Andhika Prasetya/detikcom) Presiden Jokowi (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Presiden RI, Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi mengatakan sumber daya manusia yang baik merupakan prasyarat utama agar Indonesia bisa keluar dari negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju.

"Inilah mengapa diperlukan kesehatan. Kesehatan sangat basic sekali, jangan sampai bicara kompetisi tapi kita memiliki stunting," ujarnya dalam acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (12/2/2019).

Jokowi juga menyinggung prevalensi stunting yang turun dari 37,1 persen menjadi 30,8 persen. Meski stunting berkurang, ia mengharapkan secara bertahap akan terus menurun sampai batas yang telah ditetapkan oleh WHO sebesar 20 persen.



"Tidak mungkin kita bisa bersaing di negara lain kalau SDM (Sumber Daya Manusia) kita masih banyak stunting. Sebab itu saya minta konsentrasi. Di provinsi, kabupaten dan kota kita masih ada stunting yang terjadi. Selesaikan," himbaunya.

Pada kesempatan ini juga Jokowi bertutur jangan sampai masyarakat Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara lain karena angka stunting yang masih cukup besar. Sebab itu, diharapkan percepatan program untuk menurunkan angka stunting.

"Hal-hal yang sangat basic tolong diperhatikan. Jangan sampai negara lain sudah bicara teknologi, AI (Artificial Inteligence), kita masih urusan stunting. Basic sepeti ini harus diselesakan terlebih dahulu," pungkasnya.




Tonton juga video 'Jokowi: Infrastruktur Dibangun, Pertumbuhan Ekonomi Mengikuti':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)
News Feed