Selasa, 12 Feb 2019 18:31 WIB

Mengenal Microsleep, Tidur Sekejap Pemicu Kecelakaan Fatal di Jalan

Ayunda Septiani - detikHealth
Berbeda dengan kantuk biasa, microsleep kerap tidak disadari (Foto: ilustrasi/thinkstock) Berbeda dengan kantuk biasa, microsleep kerap tidak disadari (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Pernah mengalami sedang berkendara tiba-tiba 'blank' kehilangan fokus? Hati-hati, bisa jadi itu tandanya mengalami microsleep alias tidur sekejap.

Kelelahan yang teramat sangat bisa memicu sel-sel otak untuk tertidur sebagian meski mata tampak masih terjaga. Sering tidak disadari karena persepsi kantuk terkalahkan oleh adrenalin saat berkendara di jalan.

Kemampuan otak ada batasnya. Kurang tidur menyebabkan sel-sel otak kelelahan lalu 'shutdown' sebagian tanpa disadari. Bila terjadi saat berkendara, maka akibatnya bisa sangat fatal yakni memicu kecelakaan.

Dikutip dari American Sleep Apnea Society, Microsleep adalah fase tidur singkat yang berisiko dialami oleh para pekerja shift malam. Gangguan tidur seperti ini bisa juga disebabkan oleh insomnia atau sleep apnea, yang sering di depan layar komputer.



Microsleep tidak seperti tidur biasa, karena microsleep adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Kejadian ini umumnya berlangsung sekitar satu detik hingga dua menit, namun durasi tersebut dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki kondisi tidur.

Seseorang yang terserang microsleep seketika tidak meyadari apakah ia tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Mengenal Microsleep, Tidur Sekejap Pemicu Kecelakaan Fatal di JalanFoto: Nadia/Infografis


(up/up)
News Feed