Selasa, 12 Feb 2019 19:27 WIB

Sering Besuk Pasien di RS? Jaga Kebersihan Kalau Tak Ingin Kena Infeksi Ini

Widiya Wiyanti - detikHealth
Menjenguk orang sakit rentan terkena infeksi nosokomial. Foto: iStock Menjenguk orang sakit rentan terkena infeksi nosokomial. Foto: iStock
Jakarta -
Pada umumnya, orang yang menjenguk orang sakit di rumah sakit berisiko terkena infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang terjadi di rumah sakit. Dan yang paling sering terjadi adalah infeksi pneumonia.

"Pneumonia paling sering, biasanya lebih banyak gejalanya batuk, demam, yang lebih berat lagi sesak napas," kata dokter spesialis penyakit dalam dari RSPI Puri Indah, dr Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM kepada detikHealth, Selasa (12/2/2019).

Pneumonia atau infeksi paru-paru yang terinfeksi dari rumah sakit disebut hospital acquired pneumonia bisa terjadi 48 jam setelah menjenguk orang yang sakit di rumah sakit.

"Misal dia berkunjung kebetulan pasiennya sakit infeksi paru-paru. Dia sendiri kemasukan, tiga hari empat hari dia sakit, nah itu juga udah termasuk infeksi yang dibawa dari rumah sakit, karena dia mendapatkan infeksi itu di rumah sakit," lanjut dr Ronald.



Selain penjenguk, pasien pun bisa terkena infeksi nosokomial ini. Beberapa infeksi yang bisa terjadi adalah catheter associated urinary infections atau infeksi saluran kemih terkait pemasangan kateter di rumah sakit.

Selanjutnya ada surgical site infections atau infeksi di daerah bekas operasi. Kemudian central line-associated bloodstream infections atau clabsi, yaitu infeksi yang terjadi karena pemasangan kateter di vena sentral.

"Jadi gejalanya tergantung infeksinya di mana. Misal dia habis operasi melahirkan, pulang dari rumah sakit eh timbul infeksi, di rumah sering kali timbul infeksinya tuh, gejalanya seperti timnul nanah, luka jahitan nggak kering-kering bahkan orangnya bisa sampai demam," jelas dr Ronald.



(wdw/up)
News Feed