Jumat, 15 Feb 2019 14:04 WIB

Biar Tak Menyinggung, Begini Cara Tunjukkan Empati pada Penyintas Kanker

Rosmha Widiyani - detikHealth
Empati diperlukan sebagai dukungan bagi penyintas kanker (Foto: iStock) Empati diperlukan sebagai dukungan bagi penyintas kanker (Foto: iStock)
Jakarta - Ingin menunjukkan empati merupakan reaksi wajar tiap berhadapan dengan penyintas kanker. Reaksi serupa sebetulnya selalu didapati tiap kali menemui pasien dengan penyakit akut atau kronis.

Dikutip dari situs medium.com, ternyata ada cara-cara tertentu menunjukkan empati pada pasien. Cara ini memungkinkan empati bisa tersampaikan dengan baik, tanpa ada kesan sekadar basa-basi. Berikut caranya.



1. Menyadari sakit yang dirasakan pasien

Ini adalah tahap pertama dan terbaik dalam menyampaikan empati pada pasien. Kesadaran memungkinkan munculnya perasaan terhubung antara pasien dengan orang lain. Hasilnya pasien merasakan dukungan dan pengertian selama menghadapi penyakitnya dari lingkungan sekitar.

Kalimat yang bisa digunakan adalah, "Saya menyesal kamu harus mengalami ini," "Wow, ini sangat menyebalkan," "Aku benci ini terjadi pada kamu," dan "Saya bisa memperkirakan penyakit ini akan sulit."

2. Katakan perasaan pribadi

Pasien sebetulnya sangat ingin didengar dan punya validasi atas kesulitan yang sedang dialami. Menghadapi situasi ini, tak ada salahnya mengaku jika tidak tahu yang harus dikatakan atau tak bisa membayangkan kesusahan yang dialami pasien. Ekspresi apa pun yang dipilih pastikan tidak membicarakan kondisi pribadi, namun tetap fokus pada pasien.

Kalimat yang bisa digunakan dalam tahap ini adalah, "Saya nggak tahu harus bilang apa," Gue nggak bisa bayangin yang elo rasain sekarang," "Sedih banget waktu dengar kamu sakit," atau "Rasanya jadi ikut sakit."

3. Ucapkan terima kasih karena pasien bersedia bercerita

Beberapa pasien enggan berbagi cerita perjuangan karena khawatir tidak menerima respon empati, apalagi jika pernah merasa kecewa sebelumnya. Karena itu, tunjukkan rasa terima kasih karena berbagi menunjukkan rasa percaya. Selanjutnya jangan ragu untuk menunjukkan ekspresi terima kasih.

Beberapa kalimat yang bisa digunakan adalah, "Terima kasih sudah mau berbagi," "Saya senang kamu cerita," "Terima kasih sudah percaya karena ini artinya besar," dan "Ini pasti sulit dibicarakan, terima kasih mau terbuka."



4. Tunjukkan ketertarikan

Menghadapi penyakit adalah hal yang sulit, terasing, dan rentan merasa kesepian. Berbagi memungkinkan pasien merasakan koneksi dengan lingkungan sekitar, sehingga tak lagi merasa sendiri. Koneksi dengan pasien bisa dibangun dengan mendengar bukan cuma bicara. Tunjukkan kepedulian dengan memperlihatkan ketertarikan dan mengajukan pertanyaan.

Kalimat yang bisa digunakan adalah, "Gimana kondisinya sekarang?" "Saya mau tanya yang pas tahap pengobatan kemarin dong, gimana hasilnya?" "Katanya udah baikan, bener nih," atau "Boleh tanya detail pas terapi kemarin nggak?"

5. Selalu memberi dorongan dan semangat

Tujuan dasar empati sebetulnya adalah memberi semangat dan dorongan pada pasien. Sayangnya niat ini kadang diwujudkan dengan 'memaksa' pasien melihat sisi positif, atau memperbaiki kondisi pasien saat ini. Pendekatan ini tidak tepat karena pasien umumnya tidak merasa banyak terbantu.

Karena itu, saat menunjukkan empati hindari memberi contoh atau mengatakan, "Semua akan baik-baik saja." Kalimat yang dikatakan sebaiknya bernada pujian, membesarkan hati, atau meyakinkan pasien atas empati yang kita tunjukkan. Contoh kalimat tersebut adalah, "Kamu keren," "Kamu berani, "Gue bangga sama elo," atau "Elo pejuang tangguh."

(up/up)