Minggu, 17 Feb 2019 11:45 WIB

Banyak WNI Berobat Kanker ke Luar Negeri, Ini Kata Kemenkes

Rosmha Widiyani - detikHealth
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie (Foto: 20Detik) Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie (Foto: 20Detik)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Kualitas dokter, fasilitas, dan teknologi kesehatan di Indonesia termasuk untuk kanker sebetulnya sangat baik. Namun hal ini menimbulkan keraguan, bila melihat banyaknya publik figur yang berobat di luar negeri misal Malaysia dan Singapura.

"Berobat ke dalam atau luar negeri adalah pilihan. Namun bukan karena ada publik figur yang berobat ke luar negeri, maka menunjukkan kurangnya sarana prasarana atau dokter yang tidak kompeten," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie pada detikHealth, Minggu (17/2/2019).



Putri tak menampik jika Indonesia masih memerlukan pembenahan dalam sistem kesehatan. Namun peningkatan fasilitas bukan jawaban tepat atas jumlah penyakit, termasuk kanker, yang cenderung meningkat. Peningkatan kasus terjadi seiring jumlah penduduk yang makin besar.

"Yang dibicarakan jangan selalu soal ketersediaan sarana prasarana. Nggak akan selesai jika seperti ini, karena sekuat apapun pemerintahnya akan jebol jika masyarakat tidak merubah perilaku," ujar Putri.

Pengobatan kanker yang cenderung mahal hanya tersedia di beberapa rumah sakit misal RS Kanker Dharmais, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi, Semarang dan RSUP Dr Sardjoto, Yogyakarta. Putri kembali mengingatkan pentingnya pelaksanaan pola hidup sehat yaitu tidak merokok, rajin olahraga, dan konsumsi sayur serta buah untuk mencegah kanker.



Simak kemeriahan Hari Kanker Sedunia 2019 dalam video ini:

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed