Senin, 18 Feb 2019 17:08 WIB

B20 dan B100 Ramaikan Debat Capres, Dampaknya bagi Polusi Ada Nggak Sih?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Beberapa SPBU mulai menjual biodiesel 20 persen atau B20. Foto: Achmad Dwi Afriyadi Beberapa SPBU mulai menjual biodiesel 20 persen atau B20. Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta - Debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua pada Minggu (17/02/2019) malam, sempat membahas yang soal bahan bakar B20 dan B100. B dalam B20 dan B100 bermakna biodiesel yang mengindikasikan adanya campuran minyak nabati. Namun sebetulnya apa yang dimaksud B20 dan B100?

"B20 artinya 20 persen berbahan biodiesel sedangkan 80 persen lainnya adalah solar. Sedangkan B 100 artinya seluruh bahan bakar berasal dari biodiesel. Dampak polusi biodiesel lebih aman daripada bahan bakar fosil," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono pada detikHealth, Senin (18/02/2019).



Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar sebetulnya bukan hal baru. Brazil telah mengadaptasi kebijakan ini dengan penggunaan etanol dalam bahan bakar mesin (BBM). Agus menjelaskan, Brazil menggunakan E20 dan E50 yang mengindikasikan kadar etanol dalam BBM.

Etanol yang digunakan Brazil adalah jenis alkohol yang berasal dari pengolahan tebu. Untuk Indonesia, biodiesel yang digunakan berasal dari pengolahan kelapa sawit. Dalam kehidupan sehar-hari kelapa sawit adalag bahan utama minyak goreng.

Selain lebih aman bagi lingkungan, B20 dan B100 memungkinkan penggunaan bahan bakar yang bisa diperbarui (renewable energy). Manfaat lainnya adalah memungkinkan Indonesia membangun ketahanan energi di masa mendatang.

(up/up)