Selasa, 19 Feb 2019 15:02 WIB

Arumi Bachsin Keguguran, Kenali Berbagai Faktor Risikonya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Arumi Bachsin mendampingi suaminya (Foto: Rengga Sancaya) Arumi Bachsin mendampingi suaminya (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Istri wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Arumi Bachsin dikabarkan mengalami keguguran dan telah menjalani prosedur kuret. Kini wanita berusia 25 tahun tersebut sedang dalam masa pemulihan dan dijadwalkan akan dilantik menjadi ketua PKK.

dr Noviyanti, SpOG dari Mayapada Hospitals Tangerang menyebutkan bahwa keguguran bisa dipicu dari aktivitas sehari-hari seperti kerap naik-turun tangga. Ia menyebut sebaiknya ibu hamil yang kandungannya masih muda tidak diizinkan mengerjakan pekerjaan rumah.

"Seringkali saya dapatkan banyak wanita-wanita hamil yang merasa dirinya kuat dan mampu, kemudian mengerjakan pekerjaan rumah seperti nyapu dan ngepel, berbenah rumah, itu bisa memicu keguguran," tuturnya saat dihubungi detikHealth, Selasa (19/2/2019).

Selain penyebab, ada juga beberapa faktor risiko seorang wanita bisa mengalami keguguran. Seperti pernah mengalami keguguran sebanyak dua kali atau lebih, berusia lebih dari 35 tahun, merokok, meminum alkohol, meminum obat-obatan berbahaya, dan sering terpapar bahan kimia berbahaya.



Dikutip dari situs WebMD, ada juga beberapa kondisi kesehatan yang bisa meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil. Sehingga disarankan untuk mengobati dan melakukan perawatan terlebih dahulu untuk mencegah keguguran. Beberapa kondisi kesehatan tersebut meliputi:

1. Gangguan autoimun

Sebuah kondisi di mana sel-sel di dalam tubuh yang melawan infeksi justru berbalik melawan jaringan yang sehat. Gangguan autoimun yang bisa meningkatkan risiko keguguran antara lain sindrom antifosfolipid (APS) dan lupus (sistemik lupus erimatosus).

APS bisa menyebabkan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang lemak tertentu yang yang menempel di pembuluh darah dan bisa menyebabkan penggumpalan darah. Sementara lupus dapat menyebabkan bengkak, nyeri, dan kerusakan organ, biasanya menyerang sendi, kulit, ginjal, paru-paru dan pembuluh darah.



2. Obesitas

Wanita yang memiliki berat badan berlebih dan masuk ke dalam kategori obesitas membuat dirinya berisiko keguguran. Seseorang disebut obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh lebih dari angka 30.



3. Masalah hormon

Masalah hormon seperti sindrom ovarium polikistik atau PCOS dan cacat fase luteal bisa menyebabkan keguguran berulang. Fase luteal adalah fase di mana wanita memiliki kadar progesteron yang rendah, di mana progesteron adalah hormon yang membantu mengatur masa menstruasi dan menyiapkan tubuh untuk kehamilan.



4. Diabetes tipe 1 atau 2

Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh memiliki kadar gula atau glukosa yang tinggi di dalam darah. Wanita yang terdiagnosis diabetes memiliki risiko untuk keguguran jika hamil.



5. Masalah tiroid

Masalah tiroid seperti hipotiroid dan hipertiroid bisa meningkatkan risiko keguguran. Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang berada di leher.

Hipotiroid merupakan kondisi di mana saat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid, sementara hipertiroid sebaliknya, yakni saat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tersebut.

(frp/up)