Rabu, 20 Feb 2019 09:02 WIB

Risiko Jatuh karena Bercanda Tarik Kursi, Tulang Patah hingga Susah Ereksi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Bercanda tarik kursi sudah tidak lucu lagi, bisa sebabkan bahaya sampai kelumpuhan. (Foto: iStock) Bercanda tarik kursi sudah tidak lucu lagi, bisa sebabkan bahaya sampai kelumpuhan. (Foto: iStock)
Jakarta - Kisah dari akun Facebook orang tua murid SMA yang menceritakan anaknya cedera akibat jatuh dari kursi jadi viral. Meski niatnya bercanda, tak ada yang menyangka bahwa kejadian itu bisa berakhir tragis. Bayangkan saja, anaknya harus menjalani rawat jalan karena mengalami cedera tulang ekor.

Duh, mulai sekarang harus berhenti deh melakukan bercandaan yang membahayakan atau mengakibatkan cedera karena dampaknya memang bisa membahayakan.

Menurut penjelasan dari Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur, saat acara temu media, Selasa (19/2), hal pertama yang paling sering dialami dari cedera terjatuh adalah nyeri akut sampai kronis.

"Harusnya, kalau dia jatuh itu yang paling banyak nyeri bisa yang akut sampai kronis. Umumnya yang menyebabkan kelumpuhan tulangnya retak, kemudian menyobek saraf, butuh usaha yang keras. Tapi kalau jatuh dari kursi ditarik, di atas 95 persen tidak akan (mengalami kelumpuhan --red)," kata dr Wawan.



1. Hati-hati tulang patah

Tulang ekor seringkali jadi ancaman ketika seseorang terjatuh dalam kondisi duduk. Tulang ekor adalah tulang yang berperan dalam membantu seseorang mengatur posisi duduk tetap dalam keadaan nyaman. Karena itu saran untuk melakukan foto rongent seringkali diberikan untuk mengecek kondisi tulang.

"Kalau tulang ekor patah kita sering ketemu. Kan tulang ekor ujungnya pendek, jadi kalau jatuhnya pas 'tek'.... Ada sarafnya lokal situ, jadi nyerinya di situ dan bisa lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Biasanya kita suntik di situ, atau koreksi," jelas dr Wawan.

2. Bisakah lumpuh karena terjatuh?

Kelumpuhan karena cedera dari tulang leher sampai tulang punggung memang bisa terjadi, akan tetapi biasanya terjadi karena kecelakaan yang memang hebat. Jika kecelakaan menyerang area leher sampai punggung, maka tangan atau kaki bisa tidak dapat lagi digerakkan. Sementara bila cedera menghampiri pinggang, maka kelumpuhan bisa dialami pada area kaki.

"Ada juga yang berhubungan dari otak, itu biasanya pendarahan tapi butuh usaha yang lebih 'keras' lagi dari sekadar jatuh, kalau misalnya jatuh dari kursi tidak akan terjadi lumpuh."



3. Kalau buta, mungkinkah?

Ketakutan yang dihadapi ketika mengalami kecelakaan dalam posisi duduk adalah informasi yang menyebutkan mata bisa mengalami kebutaan. Menurut dr Wawan, bisa saja terjadi ketika terjatuh kepala mengalami benturan yang sangat hebat.

"Kalau kebutaan dari tulang belakang langsung sih enggak, kalau terjadi kebutaan karena benturan di kepala, di luar mata kalau mata rusak kan memang bisa buta ya. Jadi, saraf ke arah mata itu terganggu, mengganggu penglihatan. Tapi itu juga butuh 'usaha', artinya kecelakaan yang hebat," jelas dr Wawan.

4. Dampak lain dari cedera benturan yang fatal

Gangguan pada saraf otonom juga bisa terjadi dan mengakibatkan dampak seperti contoh gangguan kencing atau gangguan buang air besar.

"Atau kalau laki-laki itunya nggak kuat 'bangun'. Tapi kalau sekedar jatuh dari kursi biasanya sakit pinggang saja."



Simak Juga 'Apa Benar Mulut Manis Bisa Patahkan Tulang?':

[Gambas:Video 20detik]



Risiko Jatuh karena Bercanda Tarik Kursi, Tulang Patah hingga Susah Ereksi
(ask/up)
News Feed