Kamis, 21 Feb 2019 11:53 WIB

Fakta Bahaya Skoliosis: Penyebab, Ciri, dan Pengobatannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Tulang punggung yang bengkok di atas 10 derajat disebut skoliosis. (Foto: iStock) Tulang punggung yang bengkok di atas 10 derajat disebut skoliosis. (Foto: iStock)
Jakarta - Skoliosis adalah kondisi kelainan pada tulang belakang yang tingkat keparahannya bisa berbeda-beda dan memicu berbagai keluhan. Data dari World Health Organization (WHO) memperlihatkan bahwa 3 persen warga di dunia rentan terkena penyakit skoliosis, sedangkan di Indonesia angkanya sekitar 3 sampai 5 persen.

Dikutip dari WebMD tulang disebut skoliosis bila bengkoknya sudah lebih dari 10 derajat membentuk seperti huruf "S" atau "C.

Berikut fakta-fakta skoliosis seperti dikutip dari berbagai sumber:



1. Bahaya skoliosis

Ketika sudut kebengkokan tulang skoliosis tidak segera ditangani dampak yang paling ringan bisa terasa adalah keluhan nyeri otot di daerah punggung. Menurut Benedictus Megaputera SpOT, MSi, hal ini terjadi karena otot pada satu sisi tubuh bekerja ekstra akibat ketidaksimetrisan tulang.

Dibiarkan semakin parah maka jangka panjang skoliosis bisa sampai menimbulkan gangguan pada fungsi paru-paru dan jantung.

"Tekanan atau desakan terjadi akibat tulang belakang yang mengalami skoliosis. Nah, pendesakan yang berat dan berlangsung lama tentu bisa berakibat fatal," tegas dokter yang praktik di Siloam Hospitals Surabaya ini.

2. Penyebab skoliosis

Dr dr Rahyussalim, SpOT(K), dokter ortopedi dari RS Cipto Mangunkusumo mengakui bahwa skoliosis paling banyak menyerang perempuan. Tidak diketahui pasti apa penyebab skoliosis, namun diyakini berhubungan dengan komposisi hormonal dalam tubuh.

Beberapa teori mengaitkan skoliosis dengan kelainan protein, namun dr Salim tidak berani memastikan karena di kalangan dokter pun masih banyak teori lain yang berkembang. Namun yang jelas, risiko skoliosis lebih besar pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga.

"Orang yang punya riwayat skoliosis dari keluarga biasanya potensi untuk mengalami hal yang sama ada 70 hingga 80 persen," kata dr Salim.

Beban yang berat dan posisi duduk yang salah tidak menjadi penyebab skoliosis langsung, tetapi bisa memperburuk kelengkungan kurva. Untuk itu, penanganan yang tepat perlu dilakukan agar progres pembengkokan tulang tidak bertambah parah.

Contoh rontgen tulang pasien yang mengalami skoliosis.Contoh rontgen tulang pasien yang mengalami skoliosis. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikHealth)


3. Ciri skoliosis

Karena tulang belakang sulit dilihat langsung tanpa bantuan rontgen, orang dengan skoliosis mungkin akan tampak dari cara berdiri. Bisa jadi ia sedikit membungkuk ke depan atau bahu dan pinggangnya tinggi sebelah.

Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, Rumah Sakit Meilia Cibubur mengatakan skoliosis juga bisa dilihat dari ciri biasanya seseorang sulit menemukan posisi tidur yang nyaman. Sesak napas juga bisa dialami ketika derajat kelengkungan skoliosis sudah terlalu besar dan menekan diikuti dengan penyusutan tinggi badan.

4. Pengobatan skoliosis

Untuk mengobati skoliosis dr Andri Primadhi, SpOT, dari RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan penanganannya beragam tergantung dari faktor berat, usia, dan derajat skoliosis.

"Sebagian pasien tidak perlu penanganan khusus, tapi sebagian lain perlu tindakan yang bervariasi seperti penggunaan penyokong tulang belakang (brace), fisioterapi, bahkan operasi," papar dr Andri.

(fds/up)