Sabtu, 23 Feb 2019 20:05 WIB

Kepunahan Manusia Neanderthal, Alasan Kenapa Incest Berbahaya

Firdaus Anwar - detikHealth
Incest diyakini turut berkontribusi terhadap punahnya salah satu spesies manusia purba (Foto: iStock) Incest diyakini turut berkontribusi terhadap punahnya salah satu spesies manusia purba (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang pria dan anak-anaknya di Lampung ditangkap polisi karena terlibat dalam hubungan sedarah alias incest. Polisi menyebut satu anak perempuan sang pria yang berusia 18 tahun menjadi korban nafsu seksual ayah dan kakak adiknya.

Selain melanggar hukum, praktik incest sendiri sebetulnya tidak disarankan dari sisi kesehatan. Anak yang lahir dalam hubungan incest berisiko untuk memiliki berbagai masalah kesehatan akibat penyakit resesif autosomal.

Kepunahan manusia purba neanderthal bisa jadi salah satu contoh dampak buruk incest. Neanderthal yang hidup pada era Pleistosen Akhir 12.000 dan 126 ribu tahun lalu diyakini melakukan praktik incest.



Dr Kay Prufer dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Jerman menyebut analisis DNA tulang jempol seorang wanita neanderthal berusia 50 ribu tahun menemukan kalau orang tuanya memiliki hubungan saudara dekat. Lebih jauh kakek-nenek dari wanita tersebut juga memiliki hubungan saudara.

Menurut Dr Kay perilaku incest pada neanderthal kemungkinan karena populasi mereka yang kecil dan hal tersebut semakin memperparah keadaan.

"Kalau kamu memiliki populasi yang kecil maka kamu akan masuk zona bahaya punah," kata Dr Kay seperti dikutip dari ABC Australia, Sabtu (23/2/2019).

Maju ke zaman Victoria dampak buruk incest lagi-lagi terlihat dari berbagai kasus kecacatan pada keturunan kerajaan Eropa. Beberapa tokoh terkenal hasil hubungan incest yang menyandang hemofilia seperti contohnya Pangeran Leopold anak dari Ratu Inggris Victoria.

(fds/up)
News Feed