Minggu, 24 Feb 2019 20:51 WIB

RS di Indonesia Sudah Modern, Masih Perlukah Berobat ke Luar Negeri?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Saat ini masih banyak orang beranggapan rumah sakit luar negeri lebih baik daripada di Indonesia. Demi mencari pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan teknologi lebih canggih, tidak sedikit orang Indonesia yang rela berobat jauh hingga ke luar negeri.

Namun, sejauh mana kelengakapan alat dan layanan rumah sakit di Indonesia saat ini, sehingga orang lebih memilih safari berobat ke negeri orang?

Menurut dr. Maria Dewi Indrawati, Quality Service Manager di salah satu RS di Tangerang, mengatakan bahwa rumah sakit di Indonesia saat ini tak kalah saing dengan di luar negeri baik dari segi teknologi yang canggih maupun tenaga medis yang mumpuni. Namun, kekurangannya adalah dari sisi pelayanan yang memang masih perlu dibenahi.


"Kita punya alat juga baik, terus SDM dokternya juga baik. Tinggal masalah engagement, kepastian. Jadi begitu kita datang ke rumah sakit, kita tahu mau ke mana, kita mau bertemu siapa. Tahu proses apa yang dilewati. Alur rumah sakit untuk treat para pasien," ujar dr. Maria saat acara talkshow di peluncuran 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri' di Jakarta baru-baru ini.

dr. Maria menilai, meski dengan teknologi yang canggih sekalipun, baik itu di dalam negeri maupun di luar tak akan menjadi lebih baik jika masih terjadi kekurang dari sisi pelayanan. dr. Maria mengatakan orang tidak hanya berharap sembuh saja ketika datang ke rumah sakit, melainkan juga berharap dilayani dengan baik sehingga timbul kepuasan yang dapat mengikat emosional pasien terhadap rumah sakit tersebut.

"Kebutuhan klinis sama pentingnya kebutuhan emosional," ujarnya.

Di tambah lagi, beberapa waktu lalu, berdasarkan data dari Watson Global Medical Trend Survey Report menemukan bahwa biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 79 persen dari 2010 ke 2014. Dengan beban biaya tersebut, rumah sakit juga perlu adanya peningkatan dari sisi layanan.


Oleh karena itu, agar dapat mendukung peningkatan layanan rumah sakit di Indonesia, saat ini banyak perusahaan di bidang kesehatan membuat berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Hal itu akan membuat pasien merasa puas, meski harus membayar biaya berobat tinggi. Salah satunya perusahaan asuransi, AXA Mandiri yang memberikat paket layanan eksklusif kepada nasabahnya yang memiliki premi di atas Rp 100 juta per tahun.

"Semoga dengan adanya paket-paket layanan kesehatan membuat pasien itu banyak pilihan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ujar dr. Maria. (idr/up)
News Feed