Senin, 25 Feb 2019 12:33 WIB

Jatuh Bangun Perusahaan Suplemen Australia di Pasar Indonesia

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Tia Reisha Foto: Tia Reisha
Jakarta - Perusahaan suplemen asal Australia, Blackmores Limited memang terbilang sukses menghasilkan produk terbaik di negaranya hingga berekspansi ke penjuru Asia, termasuk Indonesia. Namun siapa sangka, perusahaan tersebut pernah mengalami jatuh bangun ketika pertama kali memasuki pasar Tanah Air.

Saat pertama kali memasuki Indonesia, Blackmores hanya mampu bertahan selama 5 tahun hingga akhirnya produk-produk dari perusahaan tersebut tidak diperjualbelikan lagi. Kegagalan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

"Kita pernah masuk ke Indonesia 15 tahun lalu tapi kita gagal karena kita tidak banyak tahu soal manajemen dan itu bukan soal yang mudah dengan bahasa yang berbeda dan masyarakat tidak tahu brand kami," ujar Founder Blackmores, Marcus C Blackmore di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (22/2/2019).


Meski sempat gagal, Marcus membulatkan tekad untuk kembali memasarkan produknya di Indonesia. Perusahaannya pun menjalin kerja sama dengan Kalbe di bawah PT Kalbe Blackmores Nutririon.

Menurutnya, Kalbe memiliki visi dan komitmen yang serupa dengan Blackmores Limited dalam mengembangkan produk alami dan herbal.

"Jadi kami belajar dari kesalahan dan memulai lagi ke Indonesia. Kami mencari dan mendekati Kalbe yang mempunyai 10 ribu orang pekerja. Kalbe mempunya visi dan misi yang kita punya juga dan itu merupakan deskrispi bagus sebagai family company," lanjut Marcus.

Hingga sekarang, kerja sama kedua perusahaan ini pun sudah berjalan selama 3 tahun. Penjualan Blakmores pun meningkat, yakni pada Juli hingga Desember 2018, peningkatan tersebut mencapai 70% dari tahun sebelumnya.

"Kita memang hanya melanjutkan tujuan dan komitmen kami selama 86 tahun. Sebab jika kita berikan produk berkualitas kepada konsumen yang memang membutuhkan maka kesuksesan finansial pun akan mengikuti kita," lanjut Marcus.


Setelah sukses membesarkan Blackmores di Indonesia, Marcus pun berniat untuk menjalin kerja sama Research and Development dengan Universitas Indonesia. Hal ini, menurutnya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga farmasi yang ada di Tanah Air seperti yang sudah ia lakukan di beberapa negara Asia lainnya.

"The Blackmores Institute bukan hanya tentang penelitian, tapi juga tentang pendidikan dan bekerja dengan berbagai kelompok dan universitas di seluruh Asia untuk mendukung pendidikan dalam Complementary Medicine," jelasnya.

Saat ini, Blackmores pun memperluas The Blackmores Institute di Asia sebagai penelitian dan pendidikan terkemuka yang berfokus pada mempromosikan pendekatan pengobatan komplementer berbasis bukti empiris di seluruh wilayah Asia Pasifik.

"Kami baru saja meresmikan Green Paper untuk Health of Chinese Woman berkolaborasi dengan Tsinghua University yang ternama. Baru-baru ini, The Blackmores Institute juga mengadakan tiga simposium profesional tentang kesehatan di Bangkok, Hanoi, dan Kota Ho Chi Minh," pungkas Marcus.

(mul/mpr)
News Feed