Selasa, 26 Feb 2019 11:08 WIB

Asap Kepung Langit Riau, Dinkes Bagikan Tips untuk Anak dan Ibu Hamil

Chaidir Anwar Tanjung - detikHealth
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto: AntaraFOTO) Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto: AntaraFOTO)
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap mengepung langit Riau. Ibu hamil dan anak-anak paling rentan terserang penyakit. Ini tipsnya agar tetap sehat.

Kondisi kebakaran lahan saat ini menimbulkan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Paling parah saat ini terjadi di Kota Dumai. Ribuan masyarakat di sana kini terpapar asap. Kabut asap yang membawa penyakit itu imbas dari kebakaran terluas di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 800 hektare. Angin dari Bengkalis mengarah ke Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir yang berimbas pada kepungan asap.

Kondisi asap telah mempengaruhi kesehatan masyarakat di sana. Dinas Kesehatan Provinsi Riau, mengingatkan khususnya kepada ibu hamil dan anak-anak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kabut asap ini jelas menimbulkan berbagai penyakit yang ada. Dari ISPA (Infeksi Saluran Napas Akut), iritasi mata, iritasi kulit, pneumonia. Terutama semua penyakit itu akan rentan menyerang ibu hamil dan anak-anak," kata Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada detikHealth, Selasa (26/2/2019).

Karena itu, katanya, khusus kepada ibu hamil dan anak-anak yang kini terpapar asap, diharapkan lebih banyak mengkomsumsi air.

"Kita mengimbau khususnya kepada ibu hamil dan anak-anak yang kini terpapar asap, untuk meningkatkan pola hidup bersih. Mengkomsumsi makanan bergizi seimbang dan minum sesering mungkin," kata Mimi.



Pola hidup bersih itu, kata Mimi, di antaranya para kaum ibu rumah tangga harus menutup wadah makanan dan minuman untuk menghindari masuknya zat-zat yang berbahaya.

Kondisi asap kebakaran lahan ini, lanjut Mimi, sangat rentan menyerang kondisi ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Karena asam mengandung berbagai zat kimia dalam jumlah besar yang biasnaya mengganggu kesehatan. Asap kebakaran lahan ini, mengandung partikel halus (particulate matter/PM) dan gas.

"Yang dominan itu gas karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3). Makanya ibu hamil dan bayi dalam kandungannya akan rentan terkena penyakit. Jadi pola hidup bersih harus ditingkatkan, apa lagi kondisi kabut asap ini," kata Mimi.



Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, untuk Kota Dumai tercatat ada 2.199 terkena inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk pneumonia ada 7 orang. Asma 52 orang, iritasi mata 58 orang dan iritasi kulit 28 orang.

"Data sementara ini, kota Dumai paling banyak terpapar asap dari kebakaran lahan," kata Mimi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kondisi yang sama juga dirasakan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Data saat ini, ada 247 warga terkena ISPA, asma 15, pneumonia 4, iritasi mata 24 dan iritasi kulit 13.

Untuk Kabupaten Rokan Hilir, ada 42 terkena ISPA, ada 4 orang terkena iritasi mata, dan iritasi kulit 16 orang.

"Untuk wilayah yang kini terpapar asap, kami imbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau harus keluar rumah sebaiknya menggunakan masker," kata Mimi.

(cha/up)
News Feed